Low Milk Supply

Proses Pembentukan ASI

  • Proses pembentukan ASI (laktogenesis tahap dua) terjadi setelah proses kelahiran
  • ASI mengandung zat feedback inhibitor of lactation (FIL) untuk menunjukkan payudara sudah penuh sehingga tidak perlu produksi lagi
  • Pengeluaran ASI dengan FIL inilah yang merangsang jaringan payudara untuk kembali memproduksi ASI.

Perlekatan bayi yang benar penting sekali untuk mencegah puting luka sehingga ibu bisa menyusui dengan nyaman

 

Menyusui pada Bayi Baru Lahir

  1. Bayi baru lahir akan menyusu lebih sering (10-12x/hari)
  2. Beratnya akan turun dibandingkan saat lahirnya (maksimal 10%)
  3. Beratnya normal kembali rata rata di usia 2 minggu
  4. Kenaikan berat badan ideal 150 mg/minggu

 

Hal yang membuat ibu merasa ASI kurang:

  1. Ibu kurang percaya diri
  2. Bayinya rewel (colic)
  3. Payudara ibu terasa lembek dan tidak sepenuh biasanya karena sudah menyesuaikan dengan kebutuhan bayi
  4. Bayi tampak lebih kenyang dengan susu formula
  5. Bayi menyusu lebih sering dan sebentar
  6. Berat badan naiknya sedikit setelah 3 bulan

Tanda ASI memang kurang

  1. Kenaikan berat badan bayi <500 g/bulan atau <150 g/minggu
  2. Setelah usia 2 minggu, berat badan bayi masih di bawah berat lahirnya
  3. Frekuensi BAK kuning pekat <6x/hari dan BAB hijau, jarang dan keras
  4. Bayi tampak lemas dan mengantuk
  5. Kulit kering

Meningkatkan Produksi ASI

  1. Memperbaiki posisi dan perlekatan
  2. Menyusui lebih sering dan durasi lebih lama
  3. Menyusui dari kedua payudara (walaupun awalnya bayi cenderung hanya suka salah satu payudara)
  4. Memerah payudara setelah menyusui
  5. Ibu konsumsi lebih banyak protein, istirahat cukup.
  6. Tidak perlu minum susu ibu menyusui

 

Sumber

Amir LH. Aust Fam Phys. 2000; 35(9)

Continue Reading

You may also like

Nyeri Payudara dan Puting

Nyeri pada payudara dan puting pada ibu menyusui dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Puting lecet
  2. Infeksi
  3. Vasospasme
  4. Eksim
  5. Puting tersumbat
  6. Mastitis

 

Perlekatan untuk Mencegah Puting Lecet

  1. Ibu harus duduk nyaman dan bisa bersandar. Kaki tersangga baik, punggung dan bahu rileks
  2. Perut bayi menempel perut ibu, hidung bayi sejajar puting
  3. Bawa dagu bayi mendekat payudara dan tunggu sampai mulutnya terbuka lebar
  4. Kepala bayi agak sedikit tengadah seperti mau minum
  5. Lengan ibu menyangga punggung bayi, bukan kepala atau leher
Perlekatan

Infeksi

  1. Infeksi bakteri pada puting yang lecet
  2. Infeksi jamur. Nyeri payudara terus menerus walaupun tidak disusui, areola tampak berwarna pink.
Infeksi jamur pada puting

Vasospasme

Nyeri puting dan payudara terutama jika temperatur suhu menurun. Pengobatan dengan nifedipin 1x20mg

Vasospasme

Eksim

Bercak kemerahan, gatal, batas tegas dan semakin lama semakin luas. Pengobatan dengan mometason oles tipis setelah selesai menyusui selama 10 hari.

Apabila disertai kerak kemungkinan eksim disertai infeksi sekunder

 

Sumber

Amir LH. AFP. 2016;45(8)

Continue Reading

You may also like

Mastitis

Mastitis yaitu peradangan pada payudara. Penyebab paling sering adalah sumbatan di saluran ASI dengan atau tanpa disertai infeksi.

Gejala Mastitis

  1. Payudara membengkak, kemerahan, nyeri jika tersentuh, jika berlanjut akan mengeras seperti batu.
  2. Ibu demam dengan suhu dapat mencapai 38,5 C
  3. Badan terasa pegal dan ngilu

 

Penyebab Mastitis

  1. Puting lecet
  2. Menyusui kurang sering (karena putingnya nyeri dan lecet)
  3. Durasi menyusuinya sebentar
  4. Pengeluaran ASI tidak lancar karena posisi dan perlekatan bayi tidak efisien
  5. Kelebihan produksi ASI
  6. Menyapih terlalu dini
  7. Tekanan pada payudara (bra terlalu ketat atau karena pemasangan seatbelt)
  8. Sumbatan pada puting akibat milk bleb/blister
  9. Ibu kelelahan dan stres

 

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium (kultur dan tes sensitivitas) tidak selalu harus dilakukan, kecuali:

  1. Tidak ada respon dengan pemberian antibiotik setelah 2 hari
  2. Mastitis berulang
  3. Kejadian mastitis terjadi pada saat ibu sedang dirawat di rumah sakit
  4. Ibu alergi terhadap obat yang biasa digunakan untuk mastitis
  5. Kasus berat dan tidak biasa

 

Tatalaksana

1. Effective milk removal

  • Menyusu lebih sering terutama pada payudara yang bengkak
  • Kalau terlalu sakit, menyusu dimulai pada payudara yang sehat dulu, setelah muncul refleks let down (ASI menetes di payudara sebelah) baru pindah ke payudara yang bengkak
  • Pijat lembut dengan minyak zaitun/kelapa pada sumbatan ke arah puting
  • Setelah anak selesai menetek, perah payudara kembali

2. Suportif

  • Istirahat yang cukup
  • Banyak minum dan makan yang bergizi untuk membantu memulihkan kondisi
  • Kompres hangat di payudara sebelum menyusui untuk membantu kelancaran ASI dan merangsang refleks let down
  • Pada kasus berat, ibu dirawat di rumah sakit bersama bayi agar tetap menyusu

3. Obat obatan

  • Antinyeri (ibuprofen lebih efektif daripada parasetamol atau asetaminofen)
  • Antibiotik apabila mastitis berlangsung lebih dari 24 jam:
  • Dikloksasilin 4×500 mg
  • Sefalosporin golongan pertama
  • Klindamisin (second line setelah evaluasi 48 jam)

 

Pencegahan Mastitis

  1. Perlekatan dan posisi menyusui yang baik sehingga aliran ASI lancar
  2. Sering menyusui
  3. Perah dengan tangan apabila setelah menyusu payudara belum terasa kosong
  4. Periksa payudara bila ada benjolan, kemerahan atau nyeri
  5. Apabila mulai muncul tanda di atas segera susui bayi sesering mungkin, istirahat, kompres hangat, dan segera hubungi dokter bila tidak ada perbaikan dalam 24 jam
  6. Jaga kebersihan

 

Sumber

Liebert MA. 2014. Breastfeed Med; 9(5)

Continue Reading

You may also like

ASI donor

Sampurasun,

Seringkali karena suatu hal ibu tidak dapat memberikan ASI sehingga harus menggunakan bantuan ASI donor. Hal yang harus diperhatikan antara lain

Syarat Pendonor ASI

1. Sehat

2. Produksi ASI berlebih dan bayinya sendiri sudah tercukupi kebutuhannya

3. Tidak sedang mengkonsumsi obat tertentu

4. Tidak mempunyari riwayat penyakit yang dapat menular melalui ASI seperti HIV, hepatitis, HTLV, CMV (sebaiknya dilakukan pemeriksaan laboratorium)

5. Tidak merokok, tidak minum alkohol, tidak habis ditransfusi darah

 

ASI dari donor kemudian harus dipanaskan kembali agar bayi terhindar dari risiko penularan penyakit.

Pemanasan ASI pada suhu 62.5 C selama 30 menit dapat melindungi dari bakteria, sitomegalovirus (CMV), dan virus lainnya namun tetap menjaga beberapa produk imunologis dan makronutrisi ASI.

 

Metode Pasteurisasi Holder

  1. 150 mL ASI dimasukkan ke dalam gelas kaca ukuran 450 mL yang ada tutupnya
  2. Gelas kaca ini kemudian dimasukkan ke panci aluminium 1 liter
  3. Tuangkan air mendidih hingga panci aluminium hampir penuh
  4. Diamkan selama 30 menit

 

Metode flash heating

  1. Hampir sama seperti Pretoria, bedanya tutup gelas kaca dibuka
  2. Air dididihkan sampai timbul gelembung lalu pindahkan panci aluminium dari atas kompor

 

ASI yang sudah dipanaskan harus segera didinginkan sampai aman untuk diberikan kepada bayi

 

 

 

 

Continue Reading

You may also like

1000 hari pertama kehidupan

Sampurasun,

Fase awal kehidupan manusia terutama pada 1000 hari pertama (sejak masa dalam kandungan sampai usia 2 tahun), merupakan periode yang sangat penting. Pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsung pesat selain juga merupakan fase yang rentan. Kualitas hidup saat dewasa dipengaruhi tahapan fase ini dan waktu yang hilang tidak akan bisa kembali.

1000 hari pertama kehidupan atau disebut juga sebagai periode emas terdiri dari 3 tahapan

Masa kehamilan (270 hari) + usia 1 tahun (365 hari) + usia 2 tahun (365 hari) = 1000 hari pertama kehidupan

1. Masa kehamilan

2. Sejak lahir sampai usia 6 bulan

3. Usia 6 bulan sampai dewasa

Masa kehamilan (270 hari) + usia 1 tahun (365 hari) + usia 2 tahun (365 hari) = 1000 hari pertama kehidupan

1000 hari pertama kehidupan disebut sebagai periode emas karena:

1. Pertumbuhan yang cepat (growth spurt)

2. Perkembangan yang signifikan:

  • Kemampuan berdiri dan berjalan
  • Berbicara dan komunikasi
  • Kemampuan melihat dan mendengar
  • Kognitif (IQ)

3. Pengaruhnya panjang sampai dewasa

Lingkungan jauh lebih berpengaruh daripada genetik. Risiko terjadinya penyakit pada dewasa umumnya akibat lingkungan termasuk nutrisi dan gaya hidup.

Bayi yang lahir dalam kondisi keterbatasan tetap berhak dan akan mencapai potensi terbaiknya jika diberikan nutrisi dan stimulasi yang tepat.

Kita bahas tiap tahapan periode emas yah…

1. Masa kehamilan

  • Rencanakan kehamilan sehingga dapat dilakukan persiapan yang baik
  • Rajin kontrol ke bidan atau dokter kandungan untuk mengetahui perkembangan bayi
  • Ibu juga harus makan makanan bergizi lengkap. Bukan makan untuk 2 orang tapi makan berkualitas terbaik sebagai bahan baku pembentukan organ calon buah hati. Jangan lupa perbanyak makan yg mengandung DHA, asam folat dan zat besi.

2. Periode menyusui (usia bayi 0-6 bulan)

  • Perjuangkan untuk dapat memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan
  • Eksklusif artinya hanya ASI, tidak ada air putih, tidak ada madu dll.
  • Sampai saat ini belum ada susu lain yang berhasil dibuat seperti ASI.

Selain untuk memberikan nutrisi, meng-asi-hi juga meningkatkan kedekatan ibu dan anak, serta memberikan rasa aman. Ibu yang menyusui juga artinya “me-reset” metabolisme ibu yang mengalami perubahan saat kehamilan.

Agar dapat berhasil menyusui dengan lancar, ibu wajib membekali diri dengan berbagai pengetahuan mengenai menyusui dan konsul ke konselor laktasi apabila ada kesulitan.

Pada hari pertama kelahiran terutama bagi bayi yang proses kelahirannya dengan bantuan misalnya operasi caesar. Terkadang ASI tidak langsung keluar banyak. Hanya beberapa mL berwarna keemasan yang disebut kolostrum yang sangat bermanfaat bagi bayi.

3. Periode anak usia 6 bulan sd 2 tahun

Setelah usia 6 bulan, mulailah pemberian MPASI. Usia 6 bulan sd 1 tahun selain untuk kecukupan nutrisi juga melatih motoriknya. Proses makan adalah proses belajar. Bagaimana cara mengunyah, menelan, memegang makanan, indra pengecap merasakan berbagai rasa baru dll. Harus sabar dan penuh kasih sayang.

Proses belajar makan dimulai sejak dini

1. Fluid sensory experience (aroma dan rasa)

Apapun yang ibu makan, akan ada jejak rasa dalam ASInya. Sehingga saat menyusu, bayi juga belajar peka terhadap indra pengecap.

2. Solid food exposure (mengenali bentuk makanan, rasa dan tekstur)

Saat MPASI anak belajar makan dengan pengenalan tekstur MPASI yang semakin lama semakin padat sesuai umur dan kemampuan motoriknya.

3. Social environment (interaksi ibu dan anak)

Komposisi makanan untuk anak harus yang baik. Periode emas ini anak cepat sekali tumbuhnya sehingga lebih membutuhkan nutrisi yg lebih padat dibandingkan dewasa. Bisa sampai 7x lipat per kg berat badan dibandingkan dewasa, terutama besi, kalsium dan asam lemak esensial.

Tak kalah penting, periode emas ini difokuskan untuk membangun. Lindungi anak-anak kita dari sakit. Jaga higienis dan imunisasi. Anak kalau sudah sakit, pertumbuhan berat badannya bisa cepat turun dan kemampuan perkembangannya bisa mundur lagi.

Kasih sayang, rasa aman dan damai, tumbuh dalam lingkungan yang supportive, bisa bebas belajar sambil bermain. Hal hal ini penting dalam pembentukan karakter anak. Tujuan utamanya adalah agar anak sehat, cerdas, dan memiliki sifat yang baik.

Kesimpulan, periode emas 1000 hari pertama kehidupan merupakan fase yang sangat penting. Pastikan kita memberikan yang terbaik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang maksimal dalam mencapai potensinya. Untuk masa depan dan generasi yang akan datang

 

Daftar Pustaka

  1. The First Thousand Days: An Evidence Paper. Centre for Community Child Health. 2017
  2. Advocacy for Improving Nutrition in the First 1000 Days To Support Childhood Development and Adult Health. AAP. 2018
  3. First 1000 Days the critical Window to ensure that children survive and thrive. Unicef. 2017

 

Continue Reading

You may also like