Frenotomi

Sampurasun,

 

Frenotomi adalah suatu tindakan mengiris selaput tipis frenulum pada bayi tongue tie.

Langkah frenotomi yaitu:

1. Bayi dibedong, asisten membantu memegang kepala bayi. Tunggu dia membuka mulut dan periksa frenulum.

Tampak tongue tie

2. Oleskan salep anestesi pada frenulum

Pengolesan anestesi

3. Gunting bagian tipisnya dengan alat steril

Membebaskan tali lidah

4. Gambar lidah pasca frenotomi. Tampak pendarahan hanya sedikit.

Frenulum setelah dibebaskan

 

Setelah tindakan frenotomi, bayi dapat langsung disusui

 

Prosedur ini dilakukan pada rawat jalan. Bayi kecil (di bawah 3 bulan) dan tenang. Apabila tongue time dijumpai pada anak besar, dilakukan tindakan frenektomi oleh di ruang bedah dengan anestesi umum. Frenulum pada anak besar lebih tebal, sehingga membutuhkan tindakan memotong kemudian dijahit.

Frenektomi sebelum dan sesudah

 

Sumber

Kupietzky A, Boltzer E. Ankyloglossia in the Infant and Young Child: Clinical Suggestions for Diagnosis and Management. Pediatr Dent. 2005;27:40-46

Continue Reading

You may also like

Tongue tie

Sampurasun…

Beberapa ibu dengan bayi sering datang ke klinik laktasi mengeluhkan menyusuinya sakit. Putingnya lecet dalam, sampai takut melihat mulut anaknya serasa melihat mulut harimau. Sedih juga lihat anaknya kok berat badannya irit banget naiknya, tidak sesuai grafik KMS. Padahal nyusunya lama sampai berjam jam. Baca baca di internet, apakah anaknya tongue tie ?

Frenulum adalah suatu selaput tipis di bawah lidah. Pada masa pembentukan organ mulut di minggu ke-4 kehamilan, lidah memisahkan diri dari pangkal mulut meninggalkan jejak selaput yang disebut frenulum. Frenulum normal bentuknya seperti selaput tipis yang elastis sehingga lidah bisa bergerak bebas yang berfungsi untuk menyusui, makan dan berbicara. Frenulum yang anomali, dikenal dengan sebutan tongue tie (ankyloglosia) atau tali lidah. Tongue tie membuat lidah menjadi seperti terikat di dasar mulut dan pergerakannya kaku.

Beberapa keadaan yang dapat dicurigai bayi mengalami tongue tie yaitu:

  1. Sulit menjulurkan lidah keluar gusi depan
  2. Pergerakan lidah tampak terbatas
  3. Bentuk lidah bayi saat menjulur ujungnya seperti tertarik ke dalam membentuk hati seperti hati
  4. Puting ibu lecet berulang
  5. Proses menyusui tidak efisien (menyusu lama berjam jam tapi seperti ngempeng dan berat badan bayi naiknya tidak adekuat)

Dokter di klinik laktasi akan melakukan pemeriksaan lidah apakah frenulumnya pendek dan kaku (tongue tie). Proses menyusui diamati, posisi dan perlekatannya sudah benar atau belum. Tongue tie sendiri dilakukan tindakan koreksi lebih karena fungsi daripada bentuk. Bayi tongue tie tapi dia bisa adaptasi (menyusu ok, berat naiknya sesuai) tidak diapa apakan.

Koreksi tongue tie dilakukan dengan cara mengiris selaput frenulumnya. Walaupun hanya beberapa milimiter tapi sudah cukup dapat membebaskan lidah dari rasa terikat. Metodenya ada beberapa cara, yaitu:

1. Frenotomi

Dilakukan di poli rawat jalan, terutama pada bayi berusia di bawah 3 bulan. Pendarahan minimal (1-2 potong kassa). Bayi sudah bisa langsung menyusu setelah tindakan. Tidak perlu dijahit sesudahnya. Lama pengerjaan kurang dari 5 menit.

2. Frenektomi

Tindakan pada anak besar (umumnya diatas 1 tahun) dengan frenulum yang lebih tebal dan kuat. Dilakukan di ruang operasi dengan bius umum

3. Laser

Dilakukan di poli rawat jalan. Pada bayi dan anak besar. Bius lokal. Tanpa penjahitan. Laser yang digunakan adalah Er:YAG Co2 dan Diode.

Apabila tindakan koreksi tongue tie dilakukan saat masih bayi, senam lidah adalah optional. Syaratnya bayi harus rajin disusui. Gerakan lidah saat proses sucking di setiap menyusui dapat melatih frenulum yang baru digunting agar tetap di-stretch-ing dan mencegah terjadinya scar (jaringan parut) yang menyebabkan kembali terjadi tongue tie.

Daftar Pustaka

Dezio M. Piras A. Gallotini L. Tongue-tie, from embriology to treatment: a literature review. Journal of Pediatric and Neonatal Individualized Medicine 2015;4(1):e040101-12

Johnson, P.R.V. (2006) Tongue-tie exploding the myths. Infant 2(3): 96-99.

Kupietzky, Botzer.Diagnosis and management of ankyloglossia. Pediatric Dentistry – 27:1, 2005

 

 

Continue Reading

You may also like

Posisi dan Perlekatan

Menyusui adalah proses alamiah sepasang ibu dan bayinya. Karena melibatkan dua orang (ibu dan bayi), dibutuhkan berkali kali latihan sehingga bisa selaras untuk menemukan posisi yang nyaman bagi ibu dan bayi dan efisien. Ibu harus nyaman jangan sakit atau nyeri saat menyusui untuk mencapai periode sampai usia 2 tahun. Harus efisien supaya anak bisa mendapatkan ASI maksimal sehingga nutrisinya tercukupi, berat badan (pertumbuhannya) naik terus sesuai usia.

Menyusui melibatkan 2 proses yang penting yaitu posisi (bayi dan ibu) dan perlekatan (mulut bayi melekat pada payudara). Puting merupakan penunjuk arah dimana letak payudara berada. Warna puting menggelap saat kehamilan sesuai dengan kemampuan visual bayi baru lahir yang lebih peka terhadap warna kontras hitam dan putih. Letak kelenjar susu ada di dalam payudara sehingga menyusui dengan benar itu mulut bayi harus di payudara bukan di puting. Jadi bayi harus membuka mulutnya lebar lebar baru payudara disodorkan kepada bayi untuk menyusu.

 

Posisi dan Perlekatan

Video ini memperlihatkan bahwa puting harus benar benar masuk jauh ke dalam mulut bayi sehingga terletak di palatum lunak (area langit langit bayi yg lunak di bagian belakang). Apabila mulut belum membuka lebar maka puting terhimpit di gusi atau di palatum keras (depan), sehingga ibu kesakitan setiap menyusu. Biasanya berat badan bayi juga naiknya tidak banyak karena yang dipompa puting ibunya bukan payudara.

Supaya payudara ibu bisa masuk banyak ke dalam mulut bayi, maka posisi bayi harus sedekat mungkin dengan ibu (perut ibu dan bayi saling menempel), kepala bayi jangan sambil menoleh tapi sejajar sama badannya (badan menghadap ibu kepala bayi menghadap ibu juga). Setelah itu cek perlekatan mulut bayi, di payudara atau puting. Kalau di payudara, dengan mulutnya yang mungil itu dagunya akan menempel ke payudara. Bibir membuka keluar, pipinya penuh berisi air dan terdengar bunyi meneguk cairan bukan udara.

Bayi punya refleks rooting yaitu apabila pipinya disentuh mulutnya akan membuka ke arah sentuhan. Jadi saat akan menyusui, sentuhkan puting ibu ke pipinya bayi dulu yang dekat dengan sudut bibirnya. Tunggu sampai mulutnya terbuka lebar baru payudara dimasukkan. Puting ibu masuk jauh ke dalam mulut bayi sehingga mengaktifkan refleks sucking yaitu bayi otomatis menghisap payudara ibu.

Kalau payudara ibu terlanjur masuknya dangkal ke mulut bayi, dengan jari kelingking ibu pelan pelan lepaskan mulut bayi. Ulangi kembali proses diatas, sebisa mungkin jangan lebih dari tiga kali karena bayinya bisa keburu kesal.

Continue Reading

You may also like

Feeding cues

Tanda bayi lapar

  1. Memasukkan tangan ke mulut
  2. Rooting (menolehkan kepala ke arah apapun yang menyentuh pipinya)
  3. Mengepalkan tangan
  4. Lengan dalam keadaan fleksi (menyiku)
  5. Mengeluarkan bunyi sucking noise

Tanda bayi kenyang

  1. Makan mulai melambat
  2. Mulai mudah teralihkan perhatiannya
  3. Menolak/menolehkan kepala jika disuapi
  4. Tangan rileks (tidak mengepal)
  5. Mulai mengantuk

 

 

 

Continue Reading

You may also like

Inisiasi menyusu dini

Setiap ibu dan bayi memiliki intuisi tidak hanya saat melahirkan namun juga menyusui. Walaupun awalnya canggung, proses menyusui akhirnya akan berhasil.

Inisiasi menyusu dini

Bayi yang baru dilahirkan akan memiliki intuisi dan refleks yang akan membantunya untuk mencari puting dan akhirnya melekat (latch on), ibu senantiasa punya intuisi untuk membantunya melekat.

Berbaring setengah duduk di posisi yang nyaman baik untuk ibu dan bayi. Awalnya bayi akan belajar beradaptasi setelah sebelumnya berada nyaman dalam kandungan. Bayi tampak mulai ingin menghisap (sucking), ngences (drooling), atau membuat gerakan sucking dengan bibirnya, mengepalkan tangan ke mulut atau menjilat. Bayi mencari puting dengan perasaan dan bau, bukan dengan penglihatan. Kadang kadang bayi tampak seperti mau jatuh, itu bagian dari proses. Ketika bayi sudah hampir mencapai puting, dia akan membuka mulutnya lebar, kemudian mulai menyusu.

IMD merupakan stimulasi pertama yqng dapat kita lakukan untuk bayi.

Continue Reading

You may also like