Saat si Kecil Tak Mau Makan

Di suatu pagi yang cerah, berawal dari obrolan seorang ibu mengenai anak mereka yang berusia batita. “Anak saya cuman mau makan 4 suap” ditimpali dengan “Apalagi anak aku dong 2 suap doang….” Akhirnya kedua ibu tersebut panik takut anaknya stunting.

Buibu, saat menghadapi si toddlers yang makannya terkesan sedikit, Hal yang perlu dilakukan Ambil dulu grafik KMS/primaku. Perhatikan kenaikan pertumbuhannya. Apakah anak kecil talk bertumbuh sesuai potensinya. Atau crossing the lines. Apabila benar anak makannya sedikit, evaluasi kembali feeding guidelines. Bagaimana keseharian kita dengan anak, merespon kebutuhan dan keinginan anak. Kita adalah coach yg memoles potensi terbaik dari atlit kita yaitu anak.

Hari ini saya sharing beberapa hal yang umumnya menyebabkan si kecil susah makannya

  1. Kecepatannya bertumbuh secara alamiah melambat setelah ngebut dari lahir sampai usia 1 tahun. Sehingga nafsu makanannya tak sebesar dahulu.
  2. Usia 1 tahun keatas, terutama saat sudah mulai bisa berjalan dan berlarian kesana kemari. Mereka berubah menjadi sang bocah petualang mengeksplor dunia (halaman rumah, mainan baru, dll)
  3. Jadual mereka sangat padat. Tidak bisa diam. Duduk saja tak sempat, pengen turun terus. Apalagi disuruh makan, mereka tak punya waktu. Dunia ini terlalu indah untuk hanya berdiam diri. Masih banyak hal menarik untuk dieksplor
  4. Makan porsi kecil padat gizi dan kalori lebih cocok dengan schedule mereka yang padat. Tak ada waktu untuk jamuan makan lengkap duduk manis di ruang makan.
  5. Snack padat gizi dan kalori artinya walaupun kuantitas kecil namun kandungan gizinya lengkap dan kalorinya mencukupi lebih cocok untuk keseharian mereka yang penuh kesibukan.
  6. Batita cenderung kalau sudah suka satu makanan maunya makan yang itu itu saja sampai tiba tiba bosan, dan ganti kesukaan lain. Sangat anti menyentuh makanan yang ga familiar buat mereka
  7. Anakย mulai jengah selalu diatur atur seperti tak punya suara padahal ini badannya mereka sendiri. Akhirnya mulai tak mau lagi sekedar nurut saja danterjadi perebutan siapa yang “paling berkuasa” saat makan.
  8. Bagaimana ortu merespon saat anak GTM sangat berpengaruh ke depannya. Apakah ortu ngambek (ga bakal ajak ngomong), atau ngadu (ke dokter biar disuntik). Kadang ortu bisa lupa merekalah yang orangtua dan berespon kekanak2an

Next, saya akan sharing tips dan trik solusinya.

Salam,
Dr. Citra, SpA.

Continue Reading

You may also like

Post Traumatic Feeding Disorder

  • Menolak keras atau takut makan makanan keluarga dan maunya makanan lunak atau minum dari botol
  • Pada kasus berat bahkan bisa sama sekali menolak makan atau minum sama sekali
  • Memiliki riwayat trauma, karena kapok dulu pernah keselek, muntah, atau karena dipaksa makan.
  • Juga bisa didapatkan pada anak yang punya riwayat pernah dirawat kemudian dipasang selang makan, operasi sekitar organ mulut, atau karena berkali kali disuction
  • Benda yang mengingatkannya akan kejadian traumatis itu akan membuat anak stres misalnya kursi makan, alat makan yg dipakai untuk marahin dia (si anak)
  • Baru lihat bendanya saja sudah pengen muntah
  • Gamau banget dikasih makan, jadi nangis, tutup mulut banget
  • Kalau makanan sampai berhasil masuk ke mulut pun ga akan ditelan tapi berusaha dilepeh atau disimpan di pipi untuk kemudian dibuangnya
  • Saking traumanya sampai mengalahkan rasa lapar
  • Pada anak yang mogok makan dan minum berat harus segera diatasi agar tidak dehidrasi dan kelaparan

 

Sumber

Diagnosis and treatment of feeding disorder. Irene Chatoor

Continue Reading

You may also like

Pedoman Pemberian Makan

Makan adalah suatu proses belajar:

  • Mengenalkan anak rasa lapar dan kenyang
  • Mengatasi lapar dengan makan yang sehat
  • Belajar mengunyah
  • Belajar naik tekstur makanan
  • Membangun preferensi dan hubungan yang baik dengan makanan
  • Belajar disiplin

Beberapa pedoman aturan yang dapat diterapkan antara lain

  1. Buat jadual makan yang teratur. Setiap 3-4 jam, dan tidak menawari makanan apapun di jeda makan. Agar anak mengenal rasa lapar
  2. Mulai dari porsi kecil. Boleh nambah kalau sudah habis
  3. Disiplin untuk berada di kursi makan
  4. Waktu makan dibatasi 20-30 menit
  5. Berapapun jumlah yang dihabiskan anak tidak dikritik maupun dipuji. Anak harus paham bahwa makan itu saat lapar dan selesai saat kenyang. Bukan untuk membuat ortunya happy.
  6. Tidak ada distraksi dari TV maupun mainan. Supaya fokusnya ke mengenali rasa lapar atau kenyang.
  7. Makanan itu bukan reward. Jangan dibilang boleh makan eskrim kalau sudah makan nasi dulu. Jadinya anak menganggap eskrim itu sesuatu yg lebih baik daripada makan nasi.
  8. Diajari agar tidak melempar lempar sendok piring atau makanan.
  9. Anak besar diajari untuk tetap fokus makan walaupun sambil diajak komunikasi

 

Sumber

Diagnosis and treatment of feeding disorders. Irene Chatoor. 2009.

Continue Reading

You may also like

Skrining G6PD

G6PD
(Glucose-6-phosphate dehydrogenase) merupakan enzim yang berfungsi melindungi sel darah merah dari proses oksidatif

Kekurangan enzim G6PD merupakan salah satu gangguan metabolisme bawaan tersering di dunia.

Paling sering ditemukan di Asia Tenggara, Afrika dan Arab.

Bayi yang mengalami kekurangan enzim ini maka sel darah merahnya akan mudah pecah (anemia hemolisis)

Gejalanya yaitu kuning berkepanjangan pada bayi baru lahir

Pada anak besar, gejala yang timbul:

  • Pucat, pusing, lemas
  • Urin berwarna coklat seperti teh
  • Nyeri pinggang dan perut

Kejadian yang dapat menyebabkan proses kerusakan oksidatif yaitu

  • Penyakit tipes (typhoid), radang paru paru (pneumonia), gagal ginjal
  • Obat
  • Makanan dan minuman tertentu

Obat yang dapat menyeba kan kerusakan oksidatif

  • Antibiotik golongan sulfa, streptomisin, INH
  • Obat demam/nyeri: parasetamol, metamizol, aspirin
  • Obat kejang: fenitoin
  • Obat diabetes: glibenklamid
  • Obat alergi: difenhidramin
  • Vitamin C, vitamin K
  • Dll

Makanan dan minuman yang dihindari

  • Kacang kacangan termasuk kacang kedelai (susu soya, tahu, tempe)
  • Blueberries
  • Minuman isotonik

Hindari penggunaan kamper

Sumber

Caring for Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD)โ€“Deficient Patients: Implications for Pharmacy. 2015

Continue Reading

You may also like

Aplikasi Primaku dari IDAI

Hidup di jaman tekhnologi yang serba digital, membawa berbagai macam kemudahan bagi para orangtua. Saat ini sudah tidak perlu lagi membawa buku catatan kesehatan anak. Salahsatu aplikasi yang dapat digunakan adalah PrimaKu dari IDAI. Orangtua pengguna handphone android dapat mengunduh di playstore.

 

Berikut langkah langkahnya:

1. Buka aplikasi playstore dan pilih PrimaKu

2. Dapat mendaftar (login) melalui email atau facebook.

3. Kemudian muncul kotak “disclaimer”, ketik OK

4. Lengkapi data diri Anda dan anak

5. Isi berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala saat lahir, kemudian klik sehingga muncul grafik pertumbuhan.ย Klik ” Tambah Data” pada kotak ungu di kanan layar. Isi dengan data berat badan, panjang badan dan lingkar kepala hari ini

6. Muncul halaman beranda (dashboard)

 

7. Klik gambar suntik di kiri atas untuk melihat jadual imunisasi

 

8. Klik gambar anak di kanan atas untuk melihat tahapan perkembangan dan stimulasi yang dapat dilakukan

 

 

 

11. Kalau mau baca baca artikel

 

 

Berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala diisi setiap bulan

Stimulasi dapat dilakukan setiap hari

Artikel kesehatan dapat dibaca setiap saat

 

Salam sayang,

Citra

Continue Reading

You may also like