Memanaskan ASIP Donor

Pasteurisasi

Metode rumahan ini meniru proses yang sama yang digunakan bank susu untuk mempasteurisasi susu dari donor:
• Cuci bersih botolbotol tersebut sebelum digunakan
• Siapkan botol khusus untuk pasteurisasi ASI donor.
• Untuk memudahkan tidak mencuci terus menerus, sediakan 4-8 botol

Langkah (1): persiapan botol & panci

  1. Cairkan ASI donor yang masih beku.
  2. Tuangkan ASIP ke setiap botol dan kencangkan tutupnya.
  3. Siapkan panci yang cukup besar untuk menampung botol-botol yang akan dipasteurisasi dengan mudah, berikan jarak antara setiap botol
  4. Isi panci dengan air, dengan tingkat yang sama dengan susu dalam botol atau sedikit lebih tinggi.
  5. Keluarkan semua botol dari panci

Langkah (2): memanaskan ASIP

  1. Panaskan air hingga mendidih.
  2. Angkat panci dari api, tunggu 1 menit
  3. Masukkan botol ke dalam panci dan berikan jarak antara botol satu dan lainnya

Langkah (3): siap diminum

  1. Tunggu 30 menit dan keluarkan botol dari panci. Biarkan botol tetap tertutup sampai suhu ASIP turun.
  2. Setelah suhu ASIP sesuai (hangat suam kuku) dapat langsung dikonsumsi, atau disimpan dalam lemari es selama 12 jam atau dibekukan.

INGAT:
• Jangan merebus botolnya langsung tanpa menuang air ke panci (Itu bukan cara mempasteurisasi ASI. Ini bukan memasak susu)
• Pastikan untuk memindahkankan panci dari kompor dan diamkan selama satu menit sebelum memasukkan botol susu ke dalamnya

Continue Reading

You may also like

Mencairkan ASI Beku

ASI Perah Beku

3 cara mencairkan ASIP beku agar nutrisinya tidak rusak: memasukkannya ke dalam lemari es, memasukkannya ke dalam semangkuk air hangat, atau menahannya di bawah air keran hangat yang mengalir:
1. Kantong atau wadah ASI beku harus memiliki label dengan tanggal.
2. Gunakan wadah ASI tertua terlebih dahulu.
3. Tidak boleh mencairkan ASI beku pada suhu kamar.
4. Jangan menggunakan microwave atau memasukkan ASI ke dalam panci berisi air mendidih di atas kompor.
5. Setelah dicairkan, langsung diminumkan. bertahan suhu ruangan hingga 4 jam, atau di lemari es hingga 24 jam.

Mencairkan dalam Lemari Es

Mencairkan ASI di lemari es bisa memakan waktu sekitar 12 jam, jadi pastikan untuk merencanakannya terlebih dahulu.
Caranya:
• Keluarkan tas atau botol ASI beku dari freezer.
• Masukkan ke dalam lemari es.
• Tunggu hingga susu beku padat kembali menjadi cair.
• Setelah susu mencair, gunakan dalam waktu 24 jam.
• Jangan membekukan kembali sisa ASI yang sudah dicairkan setelah 24 jam

Mencairkan dalam Semangkuk Air Hangat

Metode ini memakan waktu sekitar 20 menit dan segera ganti airnya setelah dingin.
Caranya:
• Isi mangkuk atau wajan dengan air hangat.
• Tempatkan wadah ASI beku ke dalam air.
• Pastikan untuk menjaga ketinggian air di bawah tutup botol ASI untuk mencegah kontaminasi.
• Saat air mendingin, kosongkan dan ganti dengan lebih banyak air hangat.
• Terus lakukan ini sampai ASI tidak lagi beku.
• Setelah dicairkan, letakkan susu di lemari es atau hangatkan untuk diberikan kepada anak.

Mencairkan di Bawah Keran Air hangat

Caranya:
• Mulailah memegang wadah atau kantong ASIP di bawah air dingin yang mengalir.
• Perlahan-lahan buat suhu air mengalir lebih hangat, tetapi jangan membuatnya panas.
• Tetap pegang wadah di bawah air hangat sampai susu mencair.

Enzim Lipase dan Bau ASIP

• Terkadang ASI yang dicairkan tidak berbau harum, bisa memiliki rasa sabun atau logam. Ini tidak berarti susunya buruk.
• Bau dan rasa asam yang aneh berasal dari enzim dalam susu yang disebut lipase.
• Lipase secara alami memecah lemak dalam susu selama penyimpanan. Masih aman untuk memberikan susu kepada bayi, tetapi anak mungkin tidak meminumnya jika mereka tidak menyukai rasanya.

Menghangatkan ASIP

ASI dapat diminumkan yang sudah dicairkan langsung dari lemari es, atau menghangatkannya hingga suhu kamar atau suhu tubuh. Penting agar bayi nyaman saat meminumnya
Caranya:
• Memasukkannya ke dalam mangkuk berisi air hangat selama beberapa menit,
• Menahannya di bawah air hangat yang mengalir.
• Menggunakan penghangat botol.
• Tidak boleh memanaskan ASI dalam microwave atau panci berisi air mendidih di atas kompor.
• Setelah susu hangat, putar perlahan wadah untuk mencampur lapisan yang mungkin terpisah selama penyimpanan.
• Periksa suhu susu sebelum memberikannya kepada anak. Caranya dengan menyemprotkan beberapa tetes di bagian dalam pergelangan tangan, tidak panas atau dingin.

Hindari saat Mencairkan ASIP Beku:

• Panas yang tinggi dari microwave dapat merusak beberapa sifat sehat yang ditemukan dalam ASI.
• Microwave juga bisa memanaskan dengan cara yang tidak merata, menyebabkan area panas di dalam ASI.
• Menggunakan kompor untuk memanaskan ASI juga tidak dianjurkan. Meletakkan wadah ASI ke dalam panci berisi air mendidih di atas kompor membuatnya terlalu panas. Terlalu panas dapat merusak nutrisi dalam susu dan sangat panas untuk anak minum.

Tips Cegah ASIP Rusak:

  1. Setelah menghangatkan ASIP, langsung memberikannya kepada anak atau disimpam dalam lemari es hingga 4 jam
  2. Tidak boleh membiarkan ASIP hangat di ruangan pada suhu kamar.
  3. Tidak boleh membekukan ulang ASIP yang sudah dicairkan.
  4. Jika bayi tidak selesai menyusu, Buang sisa ASIP tersebut
Continue Reading

You may also like

Sesak Napas

Saat si bos mengalami sesak napas, ciri-ciri yang mungkin terjadi antara lain:

• Napas semakin cepat
• Kesulitan Bernapas
• Napas Bising
• Lemas, keringat dingin
• Ga mau Nyusu
• dll.

Napas Cepat

• Frekuensi napas normal (dihitung saat lagi anteng, boleh saat tidur, jangan saat menangis), yaitu:
– Usia 0-12 Bulan 30 – 60x/menit
– Usia 1 – 2 Tahun 24 – 40 x/menit
• Frekuensi napas meningkat dan sudah harus waspada jika:
– Usia 0-2 bulan >60x/menit
– Usia 2-12 bulan >50x/menit
– Usia 1 – 2 tahun >40x/menit

Sulit Napas

• Ekstra bernapas dari perut untuk membantu dada
• Tulang dada (rusuk, selangka, belikat) seperti ketarik tarik saat bernapas (retraksi)
• Cuping hidung membesar, mulut menganga supaya lebih banyak udara yang masuk
• Bising saat bernapas
– Terdengar mengi, grok2, dllnya yang biasanya tidak ada

Tanda lain saat Sesak

• Bangun dari tidur karena batuk atau tidak bisa tidur dengan nyaman karena kesulitan bernafas
• Lemas & lesu (karena lelah bernapas tersengal)
• Lebih rewel dan gelisah
• Makan kurang dari biasanya (anak) & gamau menyusu (bayi)

Saat Anak Sesak

• Cegah Dehidrasi:
– Susui lebih sering, tidak apa apa walau hannya bisa sedikit2 tapi sering
– Durasi makan kemungkinan lebih lama karena sesak, harap bersabar
• Buat Anak Lebih Nyaman:
– Atur suasana tidur yang menunjang anak istirahat
– Bila hidung mampet teteskan larutan garam steril (saline drop) kemudian buang lendir dengan nasal aspirator
– Nyalakan shower air panas di kamar mandi, saat anak menghirup uapnya untuk melegakan saluran napas

Waspada jika

Pada dasarnya sesak napas adalah tanda bahaya:

• Napas semakin lama semakin berat, semakin tidak teeratur, ada jeda (berhenti) >15 detik
• Warna kulit berwarna kebiruan (sianosis) terutama terlihat di sekitar bibir dan kuku
• Anak tampak mengantuk dan sulit dibangunkan

Arti Setiap Tanda

• Hidung melebar : Lubang hidung terbuka lebar saat anak bernafas menandakan usaha lebih keras untuk bernapas.
• Mengi : Suara siulan dari udara mencoba melewati tabung udara yang menyempit (saluran napas) Biasanya terdengar saat menghembuskan napas.
• Grunting – Suara dengkuran saat menghembuskan napas. Mendengus adalah cara tubuh mencoba untuk menjaga udara tetap masuk paru-paru.
• Retraksi : Kulit menarik tulang di dada (di leher, di atas tulang selangka, di bawah tulang dada, di antara dan di bawah tulang rusuk). Cara untuk membawa lebih banyak udara ke paru-paru.
• Berkeringat : Peningkatan keringat di kepala anak tetapi kulit akan terasa dingin atau lembap. Ini terjadi ketika laju pernapasan sangat cepat.
• Perubahan warna kulit : Tanda anak tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Warna pucat, biru-abu-abu sekitar bibir dan di bawah mata.

Continue Reading

You may also like

Bila si Bos Baby Kena Air Panas

• Luka bakar adalah penyebab utama cedera serius pada bayi baru lahir hingga 14 tahun.
• Anak-anak <4 tahun, terutama yang berusia antara satu dan dua tahun, paling berisiko karena peningkatan mobilitas dan keingintahuan tinggi.
• Lepuh yang parah dapat menyebabkan cedera serius dan harus dirawat lama di rumah sakit dan menyebabkan jaringan parut permanen.
• Lepuh parah di area kulit yang luas dapat menyebabkan kematian.

Penyebab Luka Bakar

Luka bakar dapat sebabkan kulit melepuh. Perlakukan semua benda panas seolah-olah sama berbahayanya dengan api.

• Luka bakar gesekan
• Minuman panas seperti cangkir teh dan kopi
• Air panas dari panci ceret, kendi, dan termos
• Air panas dari keran
• Pemantik api dan korek api
• Knalpot kendaraan
• Minyak goreng panas

Luka Bakar

Anak-anak paling berisiko saat orang tua lengah, terburu-buru, di bawah banyak tekanan, atau sibuk
Menetapkan rutinitas dapat membantu mengurangi risiko gangguan yang dapat menyebabkan luka bakar:

• Beri makanan utama balita saat makan siang hari
• Sajikan sesuatu yang tidak perlu masak di sore hari.
• Tetapkan waktu mandi untuk bayi di saat yang tenang, tanpa gangguan
• Persiapkan makan malam lebih awal di hari ketika tidak ada halangan

Tips Aman di Kamar Mandi

Kamar mandi adalah salah satu ruangan paling berbahaya di rumah untuk bayi atau anak. Luka bakar, jatuh, keracunan, dan tenggelam.

• Gunakan termometer mandi untuk memastikan suhu air mandi selalu aman. Suhu air yang disarankan untuk memandikan anak kecil adalah hangat suam kuku antara 37°C – 38°C
• Selalu nyalakan air dingin terlebih dahulu saat menjalankan bak mandi dan matikan terakhir untuk mendinginkan ceratnya.
• Gunakan keset kamar mandi berbahan tidak licin
• Jaga pintu kamar mandi tetap tertutup saat tidak digunakan.
• Selalu awasi anak-anak saat di kamar mandi.
• Bawalah anak bersama jika harus membukakan pintu atau menelepon.

Tips Aman di Dapur.

• Jangan pernah meninggalkan anak memasak tanpa pengawasan.
• Selalu awasi anak-anak di dapur.
• Jauhkan minuman panas dari jangkauan anak-anak.
• Gunakan alas piring antiselip sebagai ganti taplak meja.
• Pasang pelindung kompor dan oven.
• Jauhkan minuman panas dari tepi meja atau bangku
• Gunakan cangkir dengan penutup.
• Jangan pernah membawa minuman panas saat anak-anak bermain di bawah kaki atau saat menggendong anak.
• Jangan pernah membawa minuman panas saat anak-anak bermain di bawah kaki atau saat menggendong anak.
• Gunakan ketel tanpa kabel untuk mencegah anak menarik ketel, atau pastikan kabel jauh dari tepinya.
• Kosongkan air yang tidak terpakai dari ketel setelah mendidih.
• Berikan anak-anak cangkir khusus mereka sendiri agar mereka tidak minum dari cangkir atau cangkir dewasa, yang mungkin berisi cairan yang terlalu panas.
• Balita lebih aman di kursi tinggi untuk sementara waktu ketika ibusangat sibuk di dapur
• Gunakan gerbang pengaman anak untuk membatasi akses ke dapur.

Pertolongan Pertama Luka Bakar

  1. Lepaskan semua pakaian atau perhiasan
  2. Oleskan air suhu ruang yang mengalir (bukan es atau air es) ke luka bakar setidaknya selama 20 menit (berguna hingga tiga jam setelah luka bakar).
  3. Jaga agar anak tetap hangat dengan meletakkan selimut di area yang tidak terbakar.
  4. Tutup luka bakar dengan menggunakan pembalut bersih, seprai bersih, handuk bersih tidak berbulu.
  5. Jika luka bakar parah atau menyebar di area yang luas, jaga agar anak tetap hangat dan panggil ambulans.
  6. Luka bakar yang melibatkan wajah, tangan, kaki, alat kelamin segera bawa ke RS.

Hindari saat Luka Bakar

• Jangan pernah menggunakan mentega, minyak atau salep untuk menutupi luka bakar, karena dapat menahan panas dan memperburuk luka.
• Jangan pernah menggunakan es atau air es karena dapat memperburuk luka bakar dan juga menyebabkan suhu tubuh anak turun.

Continue Reading

You may also like

Intoleransi vs Alergi Susu Sapi

Alergi Susu atau Intoleransi Susu?

Alergi susu berbeda dengan intoleransi susu:
• Intoleransi tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh.
• Tatalaksana Intoleransi susu berbeda dari alergi susu.
• Tanda dan gejala umum dari intoleransi susu termasuk masalah pencernaan, seperti kembung, gas atau diare, setelah mengonsumsi susu atau produk yang mengandung susu.

Gejala dan Tanda Alergi Susu

• Gatal-gatal
• Batuk, sesak napas, mengi
• Muntah
• Gatal atau bengkak di bibir atau mulut
• Diare, dengan atau tanpa darah
• Kram perut,
• Kolik pada bayi
• Mata atau hidung berair

Anafilaksis

Alergi susu dapat menyebabkan Anafilaksis:
• Anafilaksis yaitu Reaksi yang mengancam jiwa dimana terjadi penyempitan saluran pernapasan.
• Susu adalah Penyebab anafilaksis yang paling umum setelah kacang-kacangan. Jika anak memiliki reaksi terhadap susu, seberapa ringan pun reaksinya, segera konsultasi dengan dokter.

Anafilaksis adalah keadaan darurat medis dan perlu perawatan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) segera:
• Penurunan Kesadaran
• Bengkak di saluran pernapasan, sesak
• Gatal
• Syok, Tekanan darah turun

Kapan ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter ketika anak mengalami gejala alergi susu sesaat setelah mengonsumsi susu.
Bawa anak ke IGD jika mengalami tanda atau gejala anafilaksis

Penyebab

Semua alergi makanan disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh. Antibodi imunoglobulin E (IgE) berperan menetralkan protein (alergen). Reaksinya menyebabkan berbagai tanda dan gejala alergi.
Ada dua protein utama dalam susu sapi yang dapat menyebabkan reaksi alergi:
• Kasein, ditemukan di bagian padat (dadih) susu yang mengental
• Whey, ditemukan di bagian cair susu yang tersisa setelah susu mengental

Siapa saja yang Beresiko?

• Memiliki riwayat alergi: Banyak anak yang alergi susu juga memiliki alergi lain.
• Dermatitis atopik: Anak-anak yang menderita dermatitis atopik (peradangan kulit karena alergi) beresiko juga alergi makanan.
• Riwayat keluarga: Risiko seseorang untuk alergi makanan meningkat jika salah satu atau kedua orang tuanya memiliki alergi makanan atau jenis lain dari alergi atau penyakit alergi seperti asma, eksim
• Usia: Alergi susu lebih sering terjadi pada anak-anak. Seiring bertambahnya usia, sistem pencernaan mereka matang, dan tubuh mereka cenderung tidak bereaksi terhadap susu.

Pencegahan

Alergi tidak bisa dicegah, namun bisa dihindari pencetusnya:
• Baca label makanan dengan cermat.
• Carilah kasein, turunan susu, yang dapat ditemukan di beberapa tempat yang tidak terduga, seperti di beberapa makanan kaleng, sosis, atau produk non-dairy lainnya.
• Bertanya bahan saat memesan di restoran.

Pilihan Susu Alternatif

ASI adalah nutrisi terbaik bayi dan dianjurkan untuk bayi yang beresiko alergi susu
Pilihan lainnya:
• Formula hipoalergenik diproduksi dengan menggunakan enzim untuk memecah protein susu, seperti kasein atau whey.
• Beberapa formula hipoalergenik tidak berbahan dasar susu, melainkan mengandung asam amino.
• Formula berbasis kedelai didasarkan pada protein kedelai, bukan susu. Formula kedelai diperkaya agar nutrisinya lengkap, tetapi, sayangnya, beberapa anak dengan alergi susu juga mengalami alergi terhadap kedelai.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter

Continue Reading

You may also like

1 2 3 17