Self Soothing

Self Soothing

• Untuk bayi dan anak-anak, menenangkan diri adalah mampu menenangkan diri sendiri tanpa bantuan orang lain (biasanya orang tua atau pengasuh lainnya).
• Untuk mempelajari cara menenangkan diri, bayi dan anak-anak perlu mengetahui bagaimana rasanya ditenangkan (oleh pengasuh, aktivitas yang menyenangkan dan santai, atau terpenuhinya kebutuhan mereka.
Menenangkan diri adalah bagian dari sosial-emosional yang dipelajari bayi dan anak-anak sepanjang hidup mereka.

Tips Self Soothing untuk Bayi

• Memenuhi kebutuhan dasar bayi: Ini adalah dasar dan terpenting. Kebutuhan dasar adalah tindakan yang menjadi dasar perawatan bayi, termasuk memberi makan, memandikan, mengganti popok, dihibur saat menangis, dan semua hal yang dilakukan orang tua untuk membantu bayi mereka merasa dicintai dan aman.
• Membedong: Teknik tidur awal ini membantu bayi merasa aman dan nyaman. Semakin mereka mengasosiasikan perasaan ini dengan tertidur, maka semakin mudah bagi mereka untuk menguasai menenangkan diri.
• Cobalah menenangkan bayi saat mereka masih di tempat tidurnya
• Jaga agar bayi tetap aktif saat terjaga: Beberapa bayi mengalami kesulitan menenangkan diri karena mereka tidak menggunakan cukup energi selama fase bangun.

Tips Self Soothing untuk Anak

• Melatih perhatian
• Terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan: biarkan anak aktif dan belajar mengatur emosinya.
• Permainan mandiri: permainan mandiri dapat membantu mereka belajar bagaimana memecahkan masalah sendiri, keterampilan menenangkan diri yang penting.
• Orang tua memberikan contoh bagaimana menenangkan diri yang baik pada anak.
• Tidur siang hari. Jadikan tidur siang singkat ke dalam rutinitas harian anak.
• Membuat rutinitas: Rutinitas dapat membantu mengurangi perasaan cemas atau tegang. Cobalah membuat rutinitas bersama keluarga dan patuhi itu untuk membantu anak-anak mengetahui apa yang diharapkan setiap hari.

Continue Reading

You may also like

Tips Saat si Bos Menangis

Menangis Itu….

• Cara bayi Berkomunikasi di tahun pertama kehidupan
• Orang tua harus belajar arti sinyal tangisan bayi
• Sebagian besar alasan umum di balik tangisan bayi termasuk lelah, lapar, popok kotor, tumbuh gigi, merasa terlalu panas atau terlalu dingin, masalah perut, atau stimulasi berlebihan.

Gunakan salah satu teknik berikut ini untuk membantu menenangkan bayi saat menangis:

Gerakan Lembut

Bayi menyukai gerakan berirama. Ini dapat membantu menenangkan mereka; gerakan bergoyang mengingatkan mereka seperti apa di dalam rahim.
• Cobalah untuk mengayunkan bayi dengan lembut di lengan ibu atau di kursi goyang, ini dapat memberikan efek damai dan menenangkan.
• Begitu bayi tertidur, penting untuk meletakkannya di tempat tidur mereka secara telentang

Bedong Nyaman

• Bedong bayi untuk membantu menenangkan tangisannya. Jangan terlalu ketat membedong
• Lakukan perawatan kanguru. Perawatan kanguru adalah di mana orang tua melakukan kontak kulit saat mereka masih menggunakan popok lalu tutupi dengan selimut
Menyentuh kulit dapat membantu membuat bayi merasa nyaman dan berhenti menangis

White Noise

Saat bayi berada di dalam rahim, mereka akan mendengar suara detak jantung ibu yang konstan, desir cairan ketuban, dan suarasuara lain yang terjadi di sekitar mereka.
Gunakan salah satu barang rumah tangga biasa seperti kipas angin atau penyedot debu. Kebisingan yang konstan memiliki efek yan sangat menenangkan dan mudah-mudahan menghentikan tangisan bayi, pastikan saja suaranya tidak terlalu keras.

Pegang di Sisi atau Perut

Pegang bayi dengan lembut di sisi, perutnya, atau pegang di bahu orang tua. Posisi ini sangat nyaman untuk bayi yang baru lahir karena mereka merasa lebih nyaman berada di sisi atau perut mereka.
Selalu ingat jika bayi tertidur selama salah satu teknik ini, letakkan mereka di boksnya posisi telentang

Continue Reading

You may also like

Penyebab Si Bos Menangis

Apakah karena si bos:

Lapar?
Lelah?
Popok basah?
Kedinginan atau kepanasan?
Tidak nyaman?

Kita bahas lebih lengkap yuk buibu

  1. Menangis Karena Lapar

Kenali “cues” atau sinyal lapar dan kenyang bayi sehingga bisa memahami arti tangisan bayi. Saat lapar, berikan ASI setiap 1-3 jam

Sinyal Lapar:
• Meletakkan tangan ke mulut
• Memutar kepala ke arah payudara atau botol
• Mengepalkan tangan ke dalam kepalan
• Memukul atau menjilat bibir
• Membuka mulut

Sinyal Kenyang:
• Menutup mulut
• Berpaling dari payudara atau botol
• Mengendurkan tangan
• Mulai tertidur

  1. Menangis Karena Lelah

Bayi baru lahir membutuhkan hingga 17 jam tidur setiap hari, yang berarti mereka sangat lelah. Ini karena otak dan tubuh mereka berkembang pesat.
Tips Membantu Bayi Tidur:

• Tidak peduli waktu atau lamanya tidur, selalu ikuti cara tidur yang aman.
• Boleh gunakan bedong bayi, jangan terlalu ketat
• Terapkan jadwal tidur siang untuk memastikan mereka mendapatkan semua tidur yang dibutuhkan.
• Tips untuk menghibur tangisan bayi juga akan membantu mereka tertidur.

  1. Menangis Karena Popok Basah

Perasaan popok penuh pada kulit bayi adalah hal yang menjengkelkan, dan dapat menyebabkan bayi menangis.
Pastikan untuk mengganti popok sesegera mungkin, terutama jika ada kotoran di popok. Orang tua biasanya dapat mengetahui apakah ada kotoran di popok dengan mendeteksi bau atau warna popok. Biasanya, popok bayi perlu diganti setiap 2-3 jam.

  1. Menangis Karena Suhu

Bayi kepanasan atau kedinginan, mereka mungkin merasa tidak nyaman dan akan mencoba berkomunikasi melalui tangisan.
Contoh: Saat bayi terbungkus selimut tebal, atau jika mereka mengenakan jaket saat berada di kursi mobil, dan sebagainya
Pastikan bayi tidur di lingkungan yang sejuk, dan memiliki penutup atau pakaian yang tepat di tubuhnya. Mereka juga harus tetap berada di tempat teduh saat berada di luar ruangan.

  1. Menangis Karena Nyeri

Bayi terkadang mengalami infeksi atau iritasi yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, dan bayi menangis.
Kondisi seperti sakit telinga, tumbuh gigi, atau ruam popok dapat menyebabkan rasa sakit. Banyak dari kondisi ini dapat diobati oleh dokter. Konsultasikan ke Dokter jika orang tua mencurigai bayi kesakitan atau mengalami infeksi.

  1. Menangis Karena Hal Lainnya

• Stimulasi berlebihan: Stimulasi membantu bayi belajar dan mengalami hal-hal baru, tetapi terlalu banyak stimulasi dapat membuat kewalahan dan menyebabkan kerewelan dan tangisan.
• Cari perhatian: Bayi mungkin menangis jika mereka ingin bermain, atau tidak menggunakan energi yang cukup di antara waktu tidur.
• Attachment atau Keterikatan: Bayi mungkin menangis jika mereka merasa cemas atau takut jika mereka jauh dari bunda.

“Ku menangis…..”
Tangisan adalah ‘Cues’ atau Sinyal. Paham sinyal, maka akan paham apa yang harus dilakukan.

Continue Reading

You may also like

Milestone Sosialisasi

Usia 0-3 Bulan

• Mulai memberi respon tersenyum pada orang terdekat
• Mengembangkan lebih banyak ekspresi wajah dan bahasa tubuh
• Bisa menenangkan diri sejenak, misalnya mengisap jempol
• Mengenali rasa senang dan mungkin menangis saat berhenti bermain
• Membuat kontak mata dengan orang-orang saat berinteraksi

Usia 4-6 Bulan

• Senang ketika dikelilingi oleh pengasuh yang ceria
• Menanggapi dan menyalin beberapa gerakan dan ekspresi wajah
• Mengembangkan kesadaran terhadap lingkungan dan mengungkapkan keinginan untuk terlibat, misalnya membenturkan benda atau mainan

Usia 7-9 Bulan

• Dapat menunjukkan kecemasan di sekitar orang asing
• Memainkan permainan sosial, misalnya ciluk ba
• Mempelajari arti kata ketika digunakan secara konsisten
• Senang melihat diri di cermin
• Menjadi lebih “lengket” dengan ibu atau pengasuh, mis. meraih ibu ketika dipegang oleh orang lain

Usia 10-12 Bulan

• Upaya untuk menunjukkan “ini aku, aku bebas lakukan semauku” misalnya merangkak untuk eksplorasi atau menolak makanan
• Dapat menunjukkan rasa takut sekitar tidak dikenal orang dan benda
• Mencoba untuk mendapatkan perhatian dengan mengulang suara dan isyarat
• Senang meniru orang-orang bermain

Usia 1-2 Tahun

• Menunjukkan perilaku menantang yang menunjukkan “aku, diriku” misalnya mengamuk
• Tidak mengerti apa yang orang lain fikirkan atau rasakan dan percaya semua orang berpikir seperti dia, misalnya marah ketika tidak lagi menjadi pusat perhatian
• Senang berada di sekitar anak-anak lain, tapi belum dapat berbagi dengan mudah
• Bisa bermain mandiri untuk waktu yang singkat

Usia 2-3 Tahun

• Ikut melakukan tugas yang lebih kompleks di rumah, misanya bersihbersih, bantu memasak
• Menunjukkan kasih sayang terhadap teman
• Menunjukkan berbagai bentuk emosi Kesal bila ada perubahan besar dalam rutinitas
• Sering khawatir tentang kebutuhan pribadi dan mungkin bertindak “egois”

Usia 3-4 Tahun

• Mulai bekerja sama lebih banyak dengan orang lain selama bermain, misalnya berbagi mainan
• Terkadang bisa menyelesaikan konflik dengan anak-anak lain
• Menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi tentang kebutuhan, tidak lagi berteriak, atau merengek
• Menjadi lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari, misal memilih pakaian sendiri untuk dipakai

Usia 4-5 Tahun

• Lebih berkembang dalam pertemanan dan bahkan memiliki ” sahabat”
• Lebih kooperatif dengan aturan
• Mengerti dan sensitif terhadap perasaan orang lain
• Paham aktivitas di kehidupan nyata
• Memiliki perubahan sikap, misalnya terkadang menuntut dan kadang kooperatif

Continue Reading

You may also like

Perkembangan Sosial-Emosional

Perkembangan Sosial-Emosional

• Sangat penting untuk berhubungan dengan orang lain.
• Keterampilan ini membantu mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, dan merasakan empati.

Contoh: Mengenali apakah seseorang sedang sedih, Mengekspresikan diri dengan dengan cara yang berbeda, Memahami pikiran dan perasaan

Kapan perkembangan sosial dan emosional dimulai?

Bayi mulai mempelajari keterampilan ini sejak lahir. Segera setelah mereka mulai berinteraksi dengan orang-orang yang merawat mereka, mereka mulai mengembangkan pemahaman tentang perasaan.

Bagaimana pengaruh orang tua terhadap perkembangan sosial-emosional?

• Orang tua membantu memelihara keterampilan sosialemosional anak sehingga mereka dapat mengembangkan hubungan yang sehat dengan orang lain
• Bayi memahami bagaimana orang tua merespons kebutuhan sosial dan emosional mereka. Mereka merasa aman di rumah dan di hadapan orang tua, belajar bagaimana berempati, menanggapi emosi orang lain, dan mengatakan “Maaf” dengan mengikuti arahan dari orang tua.

Apa saja efek dari keterampilan sosialemosional yang baik?
Anak-anak dengan keterampilan sosialemosional yang baik lebih mungkin berhasil di sekolah, pekerjaan, dan kehidupan. Keterampilan sosialemosional membantu anak:

• Berteman dan pertahankan persahabatan
• Memiliki kepercayaan diri
• Menyesaikan konflik
• Mengelola stres dan kecemasan dan mempelajari Norma sosial

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan keterampilan sosial-emosional?

• Pertumbuhan sosial-emosional membutuhkan waktu. Pengalaman awal dengan keluarga, pengasuh, dan teman sebaya sangat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional
• Sepanjang hidup, kita akan terus dibentuk oleh pengalaman. Pengalaman ini dapat mencakup bertemu orang baru dan mengatasi situasi sulit

Tips membantu perkembangan sosial – emosional anak

• Jadilah contoh yang baik.
• Responsif terhadap emosi dan perilaku anak. Menanggapi anak akan membantu mengembangkan kepercayaan anak.
• Ajukan pertanyaan terbuka, seperti “Apa yang akan kakak lakukan?” untuk membantu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah.
• Gunakan cerita untuk berbicara dengan anak tentang situasi sosial yang berbeda dan bagaimana perasaan setiap orang.
• Dorong anak-anak untuk mencoba hal-hal baru dan pelajari seberapa banyak yang dapat mereka lakukan.
• Mainkan game untuk mengajari anak-anak cara bergiliran, menang dan kalah, berbagi, dan negosiasi.
• Ajukan pertanyaan kepada anak saat mereka kesal atau menawarkan alternatif pilihan untuk solusi atas kekesalannya
• Duduklah bersama anak saat menggunakan layar (tidak disarankan sebelum 18 bulan) dan jadikan aktivitas sosial (misalnya bercerita, bertanya)

Emotions are what make us human. Make us real
-Robert T. Kiyosaki-

Continue Reading

You may also like

1 2 3 29