Top tips for fussy eaters oleh Gina Ford

Gina Ford adalah salah satu penulis berbagai macam buku Parenting dari Inggris. Buku Fussy Eater mudah dibaca dan berisi informasi praktis tentang anak sulit makan. Terdapat beberapa hal yang saya kurang setuju, namun untuk hal hal yang saya sependapat saya tuliskan dalam artikel ini

Aturan dasar makan

  1. Kalau anak tidak mau makan, jangan kasih alternatif jajanan
  2. Buat jadual makan yang teratur
  3. Kalau anak menolak makan, jangan dipaksa dengan kekerasan
  4. Waktu makan dibatasi 30 menit. Kalau waktu sudah habis dan anak masih tidak mau makan, angkat piringnya

Menghadapi anak GTM

  1. Proses belajar makan dapat menjadi suatu proses yang melelahkan baik bagi ibu dan anaknya itu sendiri.
  2. Jadi mulai dengan mindset yang tenang.
  3. Jangan berantem sama anak. Misalnya dia gamau makanan tertentu jangan dimasalahkan dulu di awal.
  4. Kenalkan makanan baru yg ortu suka, tapi anak belum pernah coba
  5. Hias makanan yg lucu dan menarik
  6. Sabar

Cara mengajarkan anak makan sayur

  1. Hidangkan sayur dengan berbagai variasi misalnya ditumis, dibakar, digoreng
  2. Makan bareng bersama anak kecil lain yang suka sayur
  3. Hidangkan sayur dalam bentuk sup atau puree
  4. Buat variasi hidangan yang sayurnya tersembunyi misalnya nugget ayam dan sayur, roti dagung dan sayur, risol daging dan sayur

Untuk anak yang lebih besar, ajak dia dalam berbelanja bahan masakan, kemudian ajak masak bareng menu sederhana

 

Continue Reading

You may also like

Pedoman Pemberian Makan

Makan adalah suatu proses belajar:

  • Mengenalkan anak rasa lapar dan kenyang
  • Mengatasi lapar dengan makan yang sehat
  • Belajar mengunyah
  • Belajar naik tekstur makanan
  • Membangun preferensi dan hubungan yang baik dengan makanan
  • Belajar disiplin

Beberapa pedoman aturan yang dapat diterapkan antara lain

  1. Buat jadual makan yang teratur. Setiap 3-4 jam, dan tidak menawari makanan apapun di jeda makan. Agar anak mengenal rasa lapar
  2. Mulai dari porsi kecil. Boleh nambah kalau sudah habis
  3. Disiplin untuk berada di kursi makan
  4. Waktu makan dibatasi 20-30 menit
  5. Berapapun jumlah yang dihabiskan anak tidak dikritik maupun dipuji. Anak harus paham bahwa makan itu saat lapar dan selesai saat kenyang. Bukan untuk membuat ortunya happy.
  6. Tidak ada distraksi dari TV maupun mainan. Supaya fokusnya ke mengenali rasa lapar atau kenyang.
  7. Makanan itu bukan reward. Jangan dibilang boleh makan eskrim kalau sudah makan nasi dulu. Jadinya anak menganggap eskrim itu sesuatu yg lebih baik daripada makan nasi.
  8. Diajari agar tidak melempar lempar sendok piring atau makanan.
  9. Anak besar diajari untuk tetap fokus makan walaupun sambil diajak komunikasi

 

Sumber

Diagnosis and treatment of feeding disorders. Irene Chatoor. 2009.

Continue Reading

You may also like

Perkembangan keterampilan makan

Teori perkembangan kognitif dan keterampilan makan menurut Piaget

1. Sensori motor (lahir sd 2 tahun)

Perkembangan refleks oromotor pada bayi baru lahir ke interaksi yang erat dengan lingkungan dan mulai menggunakan simbol simbol

Dari refleks menghisap dan refleks mencari menjadi kemampuan makan semdiri. Makanan hanya digunakan untum menghilangkan rasa lapar, sebagai media untuk mengenal lingkungan, dan untuk mempraktekkan kemampuan gerak motorik halusnya

2. Praoperasional (2-7 tahun)

Proses berpikir menjadi internalisasi, tidak sistematis dan mengandalkan intuisi. Penggunaan simbol meningkat. Pengertian berdasarkan penampilan dan kejadian yang dilihatnya. Dunianyaa masih egosentris

Makan kuranh mendapat perhatian dibandingkan perkembangan sosial, bahasa maupun kognitif. Makanan disebut berdasarkan warna, bentuk atau jumlah. Anak masih kurang mampu mengelompokkan jenis makanan. Makanan dikelompokkan menurut yang disukai atau tidak disukai. Mereka mengerti makanan itu baik untuk mereka tapi tidak tau alasannya

3. Operasional konkrit (7-11 tahun)

Anak dapat memusatkan berbagai aspek dan situasi secara simultan. Sudah mengerti sebab akibat secara sistematis. Mampu melakukan pengelompokan, pengelompokan ulang dan generalisasi. Berkurangnya ego memungkinkan anak bersosialisasi dengan anak lain

Anak sudah mengerti bahwa makanan yang bergizi sangat berguna untuk kesehatan dan pertumbuhan tetapi pengertiannya terbatas. Waktu makan merupakan saat yang tepat untuk kontak sosial. Bertambah luasnya lingkungan anak mempengaruhi pemilihan jenis makanan, dan sudah mengikuti teman sebayanya

4. Formal operasional (>11 tahun)

Berkembangnya kemampuan berpikir abstrak dan imajinasi. Pengertian terhadap ilmu pengetahuan dan teori lebih mendalam

Anak dapat mengerti konsep zat makanan dari fungsi, fisiologi dan biokimianya. Konflik dalam pemilihan jenis makanan yang bergizi dan makanan kesukannya.

 

Sumber

Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak

Continue Reading

You may also like

Feeding cues

Tanda bayi lapar

  1. Memasukkan tangan ke mulut
  2. Rooting (menolehkan kepala ke arah apapun yang menyentuh pipinya)
  3. Mengepalkan tangan
  4. Lengan dalam keadaan fleksi (menyiku)
  5. Mengeluarkan bunyi sucking noise

Tanda bayi kenyang

  1. Makan mulai melambat
  2. Mulai mudah teralihkan perhatiannya
  3. Menolak/menolehkan kepala jika disuapi
  4. Tangan rileks (tidak mengepal)
  5. Mulai mengantuk

 

 

 

Continue Reading

You may also like

Gerakan Tutup Mulut

Hal hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit makan antara lain:

  1. Menetapkan jadual makan dan mentaati jadual tersebut. Anak duduk saat makan dan waktu pemberian makan dibatasi selama sekitar 15 sd 20 menit
  2. Menghindari pengalihan perhatian seperti mainan atau televisi sepanjang waktu makan
  3. Menawarkan porsi yang terbatas untuk masing masing variasi makanan
  4. Memberikan sedikit minuman setelah anak mulai makan. Pemberian susu diberikan setelah anak selesai makan
  5. Tidak memberikan juice buah atau snack diantara waktu makan
  6. Jangan memaksa anak untuk makan. Cobalah untuk tetap tenang. Perasaan netral akan lebih efektif dibandingkan memarahi atau memuji berlebihan

Tatalaksana bersama tim rehabilitasi medis/fisioterapi yang dilakukan pada anak sulit makan antara lain dengan intervensi:

  1. Desensitisasi area mulut
  2. Latihan meningkatkan tonus otot yang digunakan untuk menghisap
  3. Perawatan esofagitis dan refluks gastroesofageal
  4. Pada anak dengan gangguan neurodevelopmental dilakukakan: memposisikan anak agara tonus otot normal, melakukan latihan oral untuk meningkatkan keteramlilan oromotor, terapi perilaku dan pola makan sesuai contoh. Pada anak dengan kelaianan neurodevelopmental berat diperlukan pelatihan buat pengasuhnya tentang tekhnik relaksasi, manajemen waktu dan pengaturan istirahat

Intervensi gizi

Jika anak mengalami kurang gizi, perlu dilakukan koreksi gizi sebelum dilakukan modifikasi perilaku. Kebutuhan energi untuk memperbaiki status gizi dapat dihitung sebagai berikut:

Kkal/kg/hari = [BB ideal sesuai umur (kg) x kkal/kg/hari (BB/U)] : BB sekarang (kg)

Memperbaiki/mengoreksi gangguan gizi yang telah terjadi dapat dilakukan dengan cara:

  1. Melakukan pengelolaan pemberian makan, termasuk memperbaiki jenis dan jumlah makanan yang diberikan, pengaturan jadual dan cara pemberiaan makanan, pengaturan perilaku dan suasana makan anak
  2. Mengoreksi keadaan defisiensi gizi yang ditemukan
  3. Penggunaan obat perangsang nafsu makan sebaiknya dihindari
Continue Reading

You may also like