1000 hari pertama kehidupan

Sampurasun,

Fase awal kehidupan manusia terutama pada 1000 hari pertama (sejak masa dalam kandungan sampai usia 2 tahun), merupakan periode yang sangat penting. Pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsung pesat selain juga merupakan fase yang rentan. Kualitas hidup saat dewasa dipengaruhi tahapan fase ini dan waktu yang hilang tidak akan bisa kembali.

1000 hari pertama kehidupan atau disebut juga sebagai periode emas terdiri dari 3 tahapan

Masa kehamilan (270 hari) + usia 1 tahun (365 hari) + usia 2 tahun (365 hari) = 1000 hari pertama kehidupan

1. Masa kehamilan

2. Sejak lahir sampai usia 6 bulan

3. Usia 6 bulan sampai dewasa

Masa kehamilan (270 hari) + usia 1 tahun (365 hari) + usia 2 tahun (365 hari) = 1000 hari pertama kehidupan

1000 hari pertama kehidupan disebut sebagai periode emas karena:

1. Pertumbuhan yang cepat (growth spurt)

2. Perkembangan yang signifikan:

  • Kemampuan berdiri dan berjalan
  • Berbicara dan komunikasi
  • Kemampuan melihat dan mendengar
  • Kognitif (IQ)

3. Pengaruhnya panjang sampai dewasa

Lingkungan jauh lebih berpengaruh daripada genetik. Risiko terjadinya penyakit pada dewasa umumnya akibat lingkungan termasuk nutrisi dan gaya hidup.

Bayi yang lahir dalam kondisi keterbatasan tetap berhak dan akan mencapai potensi terbaiknya jika diberikan nutrisi dan stimulasi yang tepat.

Kita bahas tiap tahapan periode emas yah…

1. Masa kehamilan

  • Rencanakan kehamilan sehingga dapat dilakukan persiapan yang baik
  • Rajin kontrol ke bidan atau dokter kandungan untuk mengetahui perkembangan bayi
  • Ibu juga harus makan makanan bergizi lengkap. Bukan makan untuk 2 orang tapi makan berkualitas terbaik sebagai bahan baku pembentukan organ calon buah hati. Jangan lupa perbanyak makan yg mengandung DHA, asam folat dan zat besi.

2. Periode menyusui (usia bayi 0-6 bulan)

  • Perjuangkan untuk dapat memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan
  • Eksklusif artinya hanya ASI, tidak ada air putih, tidak ada madu dll.
  • Sampai saat ini belum ada susu lain yang berhasil dibuat seperti ASI.

Selain untuk memberikan nutrisi, meng-asi-hi juga meningkatkan kedekatan ibu dan anak, serta memberikan rasa aman. Ibu yang menyusui juga artinya “me-reset” metabolisme ibu yang mengalami perubahan saat kehamilan.

Agar dapat berhasil menyusui dengan lancar, ibu wajib membekali diri dengan berbagai pengetahuan mengenai menyusui dan konsul ke konselor laktasi apabila ada kesulitan.

Pada hari pertama kelahiran terutama bagi bayi yang proses kelahirannya dengan bantuan misalnya operasi caesar. Terkadang ASI tidak langsung keluar banyak. Hanya beberapa mL berwarna keemasan yang disebut kolostrum yang sangat bermanfaat bagi bayi.

3. Periode anak usia 6 bulan sd 2 tahun

Setelah usia 6 bulan, mulailah pemberian MPASI. Usia 6 bulan sd 1 tahun selain untuk kecukupan nutrisi juga melatih motoriknya. Proses makan adalah proses belajar. Bagaimana cara mengunyah, menelan, memegang makanan, indra pengecap merasakan berbagai rasa baru dll. Harus sabar dan penuh kasih sayang.

Proses belajar makan dimulai sejak dini

1. Fluid sensory experience (aroma dan rasa)

Apapun yang ibu makan, akan ada jejak rasa dalam ASInya. Sehingga saat menyusu, bayi juga belajar peka terhadap indra pengecap.

2. Solid food exposure (mengenali bentuk makanan, rasa dan tekstur)

Saat MPASI anak belajar makan dengan pengenalan tekstur MPASI yang semakin lama semakin padat sesuai umur dan kemampuan motoriknya.

3. Social environment (interaksi ibu dan anak)

Komposisi makanan untuk anak harus yang baik. Periode emas ini anak cepat sekali tumbuhnya sehingga lebih membutuhkan nutrisi yg lebih padat dibandingkan dewasa. Bisa sampai 7x lipat per kg berat badan dibandingkan dewasa, terutama besi, kalsium dan asam lemak esensial.

Tak kalah penting, periode emas ini difokuskan untuk membangun. Lindungi anak-anak kita dari sakit. Jaga higienis dan imunisasi. Anak kalau sudah sakit, pertumbuhan berat badannya bisa cepat turun dan kemampuan perkembangannya bisa mundur lagi.

Kasih sayang, rasa aman dan damai, tumbuh dalam lingkungan yang supportive, bisa bebas belajar sambil bermain. Hal hal ini penting dalam pembentukan karakter anak. Tujuan utamanya adalah agar anak sehat, cerdas, dan memiliki sifat yang baik.

Kesimpulan, periode emas 1000 hari pertama kehidupan merupakan fase yang sangat penting. Pastikan kita memberikan yang terbaik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang maksimal dalam mencapai potensinya. Untuk masa depan dan generasi yang akan datang

 

Daftar Pustaka

  1. The First Thousand Days: An Evidence Paper. Centre for Community Child Health. 2017
  2. Advocacy for Improving Nutrition in the First 1000 Days To Support Childhood Development and Adult Health. AAP. 2018
  3. First 1000 Days the critical Window to ensure that children survive and thrive. Unicef. 2017

 

Continue Reading

You may also like

Kebiasaan tidur si baby

Tidur adalah suatu tingkah laku yang dapat berubah dan berkembang.

  • Bayi baru lahir tidur jika sudah kenyang.
  • Usia 1 bulan bayi bisa terbangun tanpa menangis.
  • Usia 2-6 bulan butuh tidur 14-16 jam/hari (9-10 jam bobo malam).
  • Usia 7 bulan bisa tidur malam 6 jam, bisa bangun pagi untuk main main tanpa menangis.
  • Usia 9 bulan sudah mulai bisa bobo sepanjang malam.
  • Usia 15-18 bulan tidur malam sudah jadi rutinitas.

 

Sumber

Buku ajar tumbuh kembang anak. 2002

 

Continue Reading

You may also like

Stimulasi Bayi Usia 0-3 Bulan

MOTORIK KASAR

  1. Mengangkat kepala 45°
    • Letakkan bayi pada posisi telungkup
    • Gerakkan mainan berwarna cerah
    • Buat suara-suara gembira di depan bayi sehingga ia akan belajar mengangkat kepalanya
    • Secara berangsur-angsur ia akan menggunakan kedua lengannya untuk mengangkat kepala dan dadanya
  2. Menahan kepala tetap tegak dan menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
    • Gendong bayi dalam posisi tegak agar ia dapat belajar menahan kepalanya tetap tegak
  3.  Berguling
    • Letakkan mainan berwama cerah di dekat bayi agar ia dapat melihat dan tertarik pada mainan tersebut.
    • Kemudian pindahkan benda tersebut ke sisi lain dengan perlahan
    • Awalnya,bayi perlu dibantu dengan cara menyilangkan paha bayi agar badannya ikut bergerak miring sehingga memudahkan bayi berguling.

MOTORIK HALUS

  1. Melihat dan menatap wajah anda
  2. Melihat, meraih dan menendang mainan gantung
    • Gantungkan mainan/benda pada tali diatas bayi dengan jarak 30 cm atau sekitar
      2 jengkal tangan orang dewasa
    • Bayi akan tertarik dan melihat sehingga menggerakkan tangan dan kakinya sebagai reaksi
    • Pastikan benda tersebut tidak bisa dimasukkan ke mulut bayi dan tidak akan terlepas dari ikatan
  3. Merespon dengan tersenyum
  4. Meraba dan memegang benda
    • Letakkan benda/mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi
    • Sentuhkan benda tersebut pada punggung jari-jarinya
    • Amati cara ia memegang benda tersebut
    • Hal ini berhubungan dengan suatu gerak reflek, meraba dan merasakan berbagai bentuk
    • Semakin bertambah umur bayi, ia akan semakin mampu memegang benda-benda kecil dengan ujung jarinya (menjepit)
    • Jaga agar benda itu tidak melukai bayi atau tertelan dan membuatnya tersedak

BICARA BAHASA

  1. Mengajak bayi tersenyum
  2. Setiap hari bicara dengan bayi dengan bahasa ibu sesering mungkin
  3. Mengenali berbagai suara
    • Ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti suara orang, binatang, radio dan sebagainya
    • Bayi tidak mendengar dan melihat TV sampai umur 2 tahun.
    • Tirukan ocehan bayi sesering mungkin agar terjadi komunikasi dan interaksi

SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN

  1. Memberi rasa aman dan kasih
  2. Menina bobokan bayi dengan nada lembut
  3. Meniru ocehan dan mimik muka bayi. Selanjutnya bayi akan menirukan anda.
  4. Mengayun untuk menenangkan bayi, sambil bernyanyi dan penuh kasih sayang.
  5. Mengajak bayi mengamati benda-benda dan keadaan disekitarnya.
Continue Reading

You may also like

Stimulasi Bayi Usia18-24 Bulan

MOTORIK KASAR

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Berdiri sendiri tanpa berpegangan 30 detik

STIMULASI

  1. Dorong agar anak mau berlari, berjalan dengan berjinjit, bermain di air, menendang, melempar dan menangkap bola besar serta berjalan naik turun tangga
  2. Berjalan tanpa terhuyung – huyung

MOTORIK HALUS

TAHAPAN PERKEMBANGAN

  • Menumpuk 4 buah kubus
  • Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
  • Menggelindingkan bola kearah sasaran

STIMULASI

  1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan :
    • Dorong agar anak mau main balok¬ balok, memasukkan benda yang satu ke dalam benda lainnya
    • Menggambar dengan crayon, spidol, pensil
    • Menggambar pakai
  2. Mengenal berbagai ukuran dan Buat lubang-lubang dengan ukuran dan bentuk yang berbeda pada sebuah tutup kotak/kardus. Beri anak mainan/benda-benda yang bisa dimasukkan lewat lubang-lubang itu.
  3. Bermain Beri anak permainan puzzle sederhana, yang hanya terdiri dari 2-3 potong saja. Puzzle semacam itu dapat dibeli atau dibuat sendiri dari sepotong karton yang diberi gambar, kemudian dipotong-potong menjadi 2 atau 3 bagian.
  4. Menggambar wajah atau bentuk. Tunjukkan kepada anak cara menggambar bentuk-bentuk seperti: garis, bulatan, dan lain-lainnya. Pakai spidol, crayon dan lain-lain.Ajarkan juga cara menggambar wajah.
  5. Membuat berbagai bentuk dari adonan kue/lilin mainan. Beri anak adonan kue (apabila anda membuat kue) atau lilln yang bisa dlbentuk. Ajari bagaimana cara membuat berbagai bentuk.

BICARA BAHASA

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Menyebut 3 – 6 kata yang mempunyai arti.

STIMULASI

  1. Stlmulasi yang perlu dilanjutkan:
    • Bernyanyi, bercerita dan membaca sajak-sajak untuk Ajak agar ia mau ikut serta.
    • Bicara banyak-banyak kepada anak, gunakan kalimat-kalimat pendek, jelas dan mudah ditiru
    • Setiap hari, anak dibacakan buku.
    • Dorong agar anak anda mau menceritakan hal-hal yang dilakukan dan
  2. Melihat acara

Biarkan anak melihat acara anak-anak di televisi.Dampingi anak dan bicarakan apa yang dilihatnya. Pilih acara yang bermutu dan sesuai dengan perkembangan anak dan batasi agar anak melihat televisi tidak lebih dari 1 jam sehari.

SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN

  1. Mengerjakan perintah sederhana mulai memberi perintah kepada “Tolong bawakan kaus kaki merah”,ATAU “Letakkan cangkirmu di meja”. Tunjukkan kepada anak cara mengerjakan perintah tadi,gunakan kata¬kata yang sederhana.
  2. Bercerita tentang apa yang dilihatnya. Perlihatkan sering-sering buku dan majalah bergambar kepada anak. Usahakan agar anak mau mencerita-kan apa yang dilihatnya. Usahakan agar anak mau menceritakan apa yang dilihatnya.

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Memegang cangkir sendiri, belajar makan – minum sendiri Bertepuk tangan, melambai-lambai Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga

Mengetahui jenis kelamin diri sendiri perempuan atau laki-laki

STIMULASI

  1. Ajak anak mengunjungi tempat bermain kebun binatang, lapangan terbang, museum dan lain-lain.
  2. Bujuk dan tenangkan anak ketika rewel.
  3. Usahakan agar anak mau melepas pakaiannya sendiri (tanpa harus dibantu), membereskan mainannya dan membantu kegiatan rumah tangga yang
  4. Ajari ia makan sendiri dengan memakai sendok dan garpu,dan ajak ia makan bersama
  5. Mengancingkan kancing Beri anak pakaian atau mainan yang mempunyai bush kancing/kancing tarik. Ajari anak cara mengancingkan kancing tersebut.
  6. Permainan yang memerlukan lnteraksi dengan teman. Usahakan agar anak bermain dengan teman sebaya misalnya bermain petak umpet. Dengan bermain seperti ini, anak akan belajar bagaimana mengikuti aturan permainan den giliran bermain dengan teman-temannya.
  7. Membuat rumah-rumahan. Ajak anak membuat rumah-rumahan dari kotak besar/ Potong kardus itu untuk membuat jendela dan pintu rumah.
  8. Biarkan anak memakai pakaiannya sendiri sejauh yang dapat dilakukannya. Setelah belajar lebih banyak mengenal hal ini, berangsur-angsur ia akan mau melakukan sendiri tanpa dibantu.
  9. Mulai diperkenalkan tentang jenis kelamin anak, baik saat memandikan anak atau memakaikan pakaian. Gunakan kata sederhana dan dengan intonasi datar.
Continue Reading

You may also like

Stimulasi Bayi Usia 12 -18 Bulan

MOTORIK KASAR

TAHAPAN PERKEMBANGAN

  • Berdiri sendiri tanpa berpegangan
  • Berjalan mundur 5 langkah
  • Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali

STIMULASI

  1. Berdiri sendiri tanpa berpegangan
  2. Berjalan mundur 5 langkah, bila anak sudah jalan tanpa berpegangan, ajari anak cara melangkah mundur. Berikan mainan yang bisa ditarik karena anak akan mengambil langkah mundur untuk dapat memperhatikan mainan itu.
  3. Menarik mainan, bila anak sudah jalan tanpa berpeganan, berikan mainan yang bisa ditarik ketika anak berjalan. Umumnya anak senang mainan yang bersuara
  4. Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
  5. Berjalan naik dan turun

Bila anak sudah bisa merangkak naik dan melangkah turun tangga, ajari anak cara jalan naik tangga sambll berpegang an pada dinding atau pegangan tangga. Tetap bersama anak ketlka ia melakukan hal ini untuk pertama kalinya.

  1. Berjalan sambil berjinjit. Tunjukkan kepada anak cara berjalan sambil berjinjit. Buat agar anak mau mengikuti anda berjinjit di sekeliling ruangan.
  2. Menangkap dan melempar bola. Tunjukkan kepada anak cara melempar sebuah bola besar, kemudian cara menangkap bola tersebut. Bila anak bisa melempar bola ukuran besar, ajari anak melempar bola yang ukurannya lebih kecil.

MOTORIK HALUS

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Menumpuk 2 kubus

STIMULASI

  1. Stimulasi yang perlu
    • Memasukkan benda ke dalam cangkir
    • Bermain dengan mainan yang mengapung di air
    • Menyusun kubus dan mainan.
    • Memasukkan kubus
  2. Permainan. Beli atau buat balok-balok kecil dari kayu dengan ukuran sekitar 2.5 cm x 2.5 cm. Ajari anak cara menyusun balok menumpuk ke atas tanpa menjatuhkannya.
  1. Memasukkan dan mengeluarkan. Ajari anak cara memasukkan benda¬ benda ke dalam wadah seperti kotak, pot bunga, botol dan lain-lain. Tunjukkan bagaimana mengeluarkannya dari wadah. Ajak anak bermain memasukkan dan mengeluarkan benda-benda tersebut.
  1. Memasukkan benda yang satu ke benda

Sediakan mangkuk atau kotak plastik dari berbagai ukuran. Tunjukkan kepada anak cara meletakkan mangkuk yang ukurannya lebih kecil ke mangkuk lebih besar. Buat agar anak mau melakukannya sendiri. Pilih benda-benda yang tidak pecah.

BICARA BAHASA

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Memanggil ayah dengan kata “papa”,memanggil ibu dengan kata “mama”.

STIMULASI

  1. Simulasi yang perlu dilanjutkan:
    • Berbicara
    • menjawab pertanyaan
    • Menunjuk dan menyebutkan gambar-gambar
  2. Membuat suara
    • Buat suara dari kaleng kue, kerincingan atau kayu pegangan ajak anak membuat suara dari barang yang dipilihnya misal memukul-mukul sendok ke kaleng, menggoyang-goyang kerincingan atau memukul-mukul potongan kayu, untuk menciptakan “musik”.
    • Menunjuk dan menyebutkan gambar-gambar

SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

  1. Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan
  2. Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing

STIMULASI

  1. Stimulasi yang perlu
    • Memberi rasa aman dan kasih
    • Mengayun
    • Menina-bobokkan
    • Permainan “Ciluk-ba”
    • Permainan “bersosialisasi”
  2. Menirukan pekerjaan rumah tangga

Ketika anda membersihkan rumah, menyapu dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya, ajak anak untuk menirukannya. Berikan kepadanya lap pembersih debu,sapu dan lain-lain.

  1. Melepas pakaian

Tunjukkan kepada anak cara melepas pakaiannya. Mula-mula bantu anak dengan cara membukakan kancing bajunya, melepas sepatunya, atau menarik kaus/blus meliwati kepala anak

4. Makan

Tunjukkan kepada anak cara memegang sendok. Biarkan anak makan sendiri dan bantu jika anak mengalami kesulitan.

5. Merawat boneka

Beri anak boneka plastik atau karet yang bisa dicuci. Ajari anak cara menggendong, memberi makan, menyayangi, meninabobokkan dan memandikan boneka itu.

6. Sering bawa anak ke tempat-tempat umum seperti: kebun binatang, pusat perbelanjaan, terminal bis, museum, stasiun kereta api, lapangan terbang, taman, tempat bermain dan sebagainya. Bicarakan mengenai benda-benda yang anda lihat.

Continue Reading

You may also like