Posisi dan Perlekatan

Menyusui adalah proses alamiah sepasang ibu dan bayinya. Karena melibatkan dua orang (ibu dan bayi), dibutuhkan berkali kali latihan sehingga bisa selaras untuk menemukan posisi yang nyaman bagi ibu dan bayi dan efisien. Ibu harus nyaman jangan sakit atau nyeri saat menyusui untuk mencapai periode sampai usia 2 tahun. Harus efisien supaya anak bisa mendapatkan ASI maksimal sehingga nutrisinya tercukupi, berat badan (pertumbuhannya) naik terus sesuai usia.

Menyusui melibatkan 2 proses yang penting yaitu posisi (bayi dan ibu) dan perlekatan (mulut bayi melekat pada payudara). Puting merupakan penunjuk arah dimana letak payudara berada. Warna puting menggelap saat kehamilan sesuai dengan kemampuan visual bayi baru lahir yang lebih peka terhadap warna kontras hitam dan putih. Letak kelenjar susu ada di dalam payudara sehingga menyusui dengan benar itu mulut bayi harus di payudara bukan di puting. Jadi bayi harus membuka mulutnya lebar lebar baru payudara disodorkan kepada bayi untuk menyusu.

 

Posisi dan Perlekatan

Video ini memperlihatkan bahwa puting harus benar benar masuk jauh ke dalam mulut bayi sehingga terletak di palatum lunak (area langit langit bayi yg lunak di bagian belakang). Apabila mulut belum membuka lebar maka puting terhimpit di gusi atau di palatum keras (depan), sehingga ibu kesakitan setiap menyusu. Biasanya berat badan bayi juga naiknya tidak banyak karena yang dipompa puting ibunya bukan payudara.

Supaya payudara ibu bisa masuk banyak ke dalam mulut bayi, maka posisi bayi harus sedekat mungkin dengan ibu (perut ibu dan bayi saling menempel), kepala bayi jangan sambil menoleh tapi sejajar sama badannya (badan menghadap ibu kepala bayi menghadap ibu juga). Setelah itu cek perlekatan mulut bayi, di payudara atau puting. Kalau di payudara, dengan mulutnya yang mungil itu dagunya akan menempel ke payudara. Bibir membuka keluar, pipinya penuh berisi air dan terdengar bunyi meneguk cairan bukan udara.

Bayi punya refleks rooting yaitu apabila pipinya disentuh mulutnya akan membuka ke arah sentuhan. Jadi saat akan menyusui, sentuhkan puting ibu ke pipinya bayi dulu yang dekat dengan sudut bibirnya. Tunggu sampai mulutnya terbuka lebar baru payudara dimasukkan. Puting ibu masuk jauh ke dalam mulut bayi sehingga mengaktifkan refleks sucking yaitu bayi otomatis menghisap payudara ibu.

Kalau payudara ibu terlanjur masuknya dangkal ke mulut bayi, dengan jari kelingking ibu pelan pelan lepaskan mulut bayi. Ulangi kembali proses diatas, sebisa mungkin jangan lebih dari tiga kali karena bayinya bisa keburu kesal.

Continue Reading

You may also like