Stimulasi Anak Usia 5-6 Tahun

MOTORIK KASAR

Tahap Perkembangan:

  1. Berjalan lurus
  2. Berdiri  1 kaki (11 detik).

Stimulasi:

  1. Bermain bola bersama, berlari, lompat satu kaki, lompat jauh dsb
  2. Ajari naik sepeda
  3. Bermain sepatu roda

MOTORIK HALUS

Tahapan Perkembangan

  1. Menggambar dengan 6 bagian tubuh
  2. Menggambar orang lengkap
  3. Belajar menulis namanya sendiri
  4. Belajar angka
  5. Belajar waktu (jam, bulan, hari)

Stimulasi

  1. Berlatih mengenal angka 1-6, kemudian 7-10. Tulis setiap angka tersebut pada potongan kertas kecil. Perlihatkan kemudian letakkan terbalik. Minta anak menunjuk kertas dan menyebut angkanya. Bila anak sudah menguasai permainan ini, tambahkan jumlah potongan kertas bertuliskan angka.
  2. Buat agar anak mempunyai hobi tertentu seperti mengumpulkan perangko, mainan binatang, tutup botol, batu-batu indah. Bantu anak menghitung benda-benda yang dikumpulkan dan
    menyusunnya dengan rapi
  3. Belajar memasak. Ajak memasak sebuah resep sederhana. Bicarakan tentang menimbang dan mengukur bahan-bahan serta mengaduk adonan

BICARA BAHASA

Tahapan perkembangan
1. Mengerti lawan kata.
2. Mengenal warna-warni.
3. Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih.
4. Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 -10.

Stimukasi

1. Bermain tebak-tebakan. Minta anak menebak/menyebutkan nama benda yang ada didekatnya.

2. Berlatih mengingat-ingat.

3, Menjawab pertanyaan “mengapa?” Ajari anak menjawab pertanyaan dengan “Mengapa?” misalnya “Mengapa rumah mempunyai atap?” “Mengapa kita menyikat gigi?” “Mengapa kita makan?” “Mengapa mobil mempunyai roda?”

4. Ajari anak anda mengenal berbagai jenis uang logam. Mulai dengan mengajak anak memilih uang logam Rp 100,-. Selanjutnya, ajari anak membedakan uang logam dengan nilai rupiah yang berbeda. Minta anak mengelompok beberapa uang logam dan menyebutkan nilainya.

SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN

Tahapan Perkembangan
1. Mengungkapkan simpati.
2. Mengikuti aturan permainan.
3. Berpakaian sendiri tanpa dibantu.

Stimulasi

  1. Ajak anak berbicara tentang apa yang dirasakan anak. Tunjukkan bahwa anda mengerti pembicaraan anak dengan mengulangi apa yang dikatakannya.
  2. Pada umur ini anak-anak senang sekali bergaul dan membutuhkan teman sebaya untuk bermain. Ajari anak dalam memakai kata-kata yang tepat ketika menyampaikan maksudnya pada teman temannya. Buat agar anak memakai kata-kata dalam memecahkan masalah dan bukannya dengan memukul atau mendorong.
Continue Reading

You may also like

Tips Menstimulasi Anak

  1. Berikan stimulasi sesuai dengan usia atau tingkat perkembangam anak
  2. Sesuaikan dengan nilai budaya atau kearifan lokal
  3. Berikan stimulasi secara menyeluruh pada aspek perkembangan
  4. Manfaatkan lingkungan sekitar dalam membantu proses stimulasi
  5. Lakukan kegiatan stimulasi dalam suasana senang dan situasi bermain
  6. Tatalah lingkungan tempat stimulasi yang menyenangkan

Sumber

  1. Buku panduan stimulasi anak usia 3 bulan sd 6 tahun. Kemenkes RI. 2015
Continue Reading

You may also like

Stimulasi sentuhan calon buah hati

Sampurasun,

Setiap orangtua mendambakan buah hati yang cerdas. Sejak dari dalam kandungan kita sudah dapat merangsang kecerdasan anak kita dengan beberapa stimulasi sederhana dengan sentuhan maupun suara

1. Stimulasi sentuhan (sensorimotorik)

Usia 8 minggu: sensitivitas janin terhadap sentuhan mulai terbentuk

Bagian tubuh pertama yang mulai merasakan sentuhan adalah pipi, telapak tangan dan telapak kaki

Usia 17 minggu perut dan bokong

Usia 32 minggu nyaris seluruh bagian tubuh janin mulai sensitif terhadap panas, dingin, tekanan, rasa geli dan sakit.

Sentuh permukaan perut pada bagian yang menonjol karena desakan tubuh si kecil. Sentuhan harus cukup kuat sehingga bisa dirasakan olehnya

Tak lama biasanya janin akan membalas dengan gerakan menendang, meninju atau sekedar berganti posisi

Selanjutnya sentuh kembali di tempat ia terlihat bergerak

Bersabarlah menunggu munculnya jawaban

 

Merespon tendangan janin

1. Ketika bayi secara spontan menendang perut ibunya, ibu merespon perlahan dengan menepuk tempat yang sama dan berkata “tendang lagi anakku”. Ini melatih refleks janin dalam memahami sentuhan dan suara

2. Setelah janin merespon dengan menendang, kemudian ibu merespon perlahan dengan menepuk tempat yang berlawanan arah dan berkata “Tendang bagian sini anakku”. Setelah janin menendang pada satu sisi tersebut, ibu mengulang rangsangan pada satu sisi lainnya.

3. Memperkenalkan konsep angka. Ibu menepuk perutnya dengan jumlah tertentu dan menantikan janin untuj merespon dengan jumlah tendangan berdasarkan angka yang sama dengan tepukan ibu

Bersambung (stimulasi suara)….

Sumber

Pedoman stimulasi dan nutrisi pengungkit otak (brain booster) pada janin melalui ibu hamil. Kementrian kesehatan RI. Pusat intelegensia kesehatan. Tahun 2014

Continue Reading

You may also like

Stimulasi Bayi Usia 0-3 Bulan

MOTORIK KASAR

  1. Mengangkat kepala 45°
    • Letakkan bayi pada posisi telungkup
    • Gerakkan mainan berwarna cerah
    • Buat suara-suara gembira di depan bayi sehingga ia akan belajar mengangkat kepalanya
    • Secara berangsur-angsur ia akan menggunakan kedua lengannya untuk mengangkat kepala dan dadanya
  2. Menahan kepala tetap tegak dan menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
    • Gendong bayi dalam posisi tegak agar ia dapat belajar menahan kepalanya tetap tegak
  3.  Berguling
    • Letakkan mainan berwama cerah di dekat bayi agar ia dapat melihat dan tertarik pada mainan tersebut.
    • Kemudian pindahkan benda tersebut ke sisi lain dengan perlahan
    • Awalnya,bayi perlu dibantu dengan cara menyilangkan paha bayi agar badannya ikut bergerak miring sehingga memudahkan bayi berguling.

MOTORIK HALUS

  1. Melihat dan menatap wajah anda
  2. Melihat, meraih dan menendang mainan gantung
    • Gantungkan mainan/benda pada tali diatas bayi dengan jarak 30 cm atau sekitar
      2 jengkal tangan orang dewasa
    • Bayi akan tertarik dan melihat sehingga menggerakkan tangan dan kakinya sebagai reaksi
    • Pastikan benda tersebut tidak bisa dimasukkan ke mulut bayi dan tidak akan terlepas dari ikatan
  3. Merespon dengan tersenyum
  4. Meraba dan memegang benda
    • Letakkan benda/mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi
    • Sentuhkan benda tersebut pada punggung jari-jarinya
    • Amati cara ia memegang benda tersebut
    • Hal ini berhubungan dengan suatu gerak reflek, meraba dan merasakan berbagai bentuk
    • Semakin bertambah umur bayi, ia akan semakin mampu memegang benda-benda kecil dengan ujung jarinya (menjepit)
    • Jaga agar benda itu tidak melukai bayi atau tertelan dan membuatnya tersedak

BICARA BAHASA

  1. Mengajak bayi tersenyum
  2. Setiap hari bicara dengan bayi dengan bahasa ibu sesering mungkin
  3. Mengenali berbagai suara
    • Ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti suara orang, binatang, radio dan sebagainya
    • Bayi tidak mendengar dan melihat TV sampai umur 2 tahun.
    • Tirukan ocehan bayi sesering mungkin agar terjadi komunikasi dan interaksi

SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN

  1. Memberi rasa aman dan kasih
  2. Menina bobokan bayi dengan nada lembut
  3. Meniru ocehan dan mimik muka bayi. Selanjutnya bayi akan menirukan anda.
  4. Mengayun untuk menenangkan bayi, sambil bernyanyi dan penuh kasih sayang.
  5. Mengajak bayi mengamati benda-benda dan keadaan disekitarnya.
Continue Reading

You may also like