Stimulasi Anak Usia 5-6 Tahun

MOTORIK KASAR

Tahap Perkembangan:

  1. Berjalan lurus
  2. Berdiri  1 kaki (11 detik).

Stimulasi:

  1. Bermain bola bersama, berlari, lompat satu kaki, lompat jauh dsb
  2. Ajari naik sepeda
  3. Bermain sepatu roda

MOTORIK HALUS

Tahapan Perkembangan

  1. Menggambar dengan 6 bagian tubuh
  2. Menggambar orang lengkap
  3. Belajar menulis namanya sendiri
  4. Belajar angka
  5. Belajar waktu (jam, bulan, hari)

Stimulasi

  1. Berlatih mengenal angka 1-6, kemudian 7-10. Tulis setiap angka tersebut pada potongan kertas kecil. Perlihatkan kemudian letakkan terbalik. Minta anak menunjuk kertas dan menyebut angkanya. Bila anak sudah menguasai permainan ini, tambahkan jumlah potongan kertas bertuliskan angka.
  2. Buat agar anak mempunyai hobi tertentu seperti mengumpulkan perangko, mainan binatang, tutup botol, batu-batu indah. Bantu anak menghitung benda-benda yang dikumpulkan dan
    menyusunnya dengan rapi
  3. Belajar memasak. Ajak memasak sebuah resep sederhana. Bicarakan tentang menimbang dan mengukur bahan-bahan serta mengaduk adonan

BICARA BAHASA

Tahapan perkembangan
1. Mengerti lawan kata.
2. Mengenal warna-warni.
3. Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih.
4. Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 -10.

Stimukasi

1. Bermain tebak-tebakan. Minta anak menebak/menyebutkan nama benda yang ada didekatnya.

2. Berlatih mengingat-ingat.

3, Menjawab pertanyaan “mengapa?” Ajari anak menjawab pertanyaan dengan “Mengapa?” misalnya “Mengapa rumah mempunyai atap?” “Mengapa kita menyikat gigi?” “Mengapa kita makan?” “Mengapa mobil mempunyai roda?”

4. Ajari anak anda mengenal berbagai jenis uang logam. Mulai dengan mengajak anak memilih uang logam Rp 100,-. Selanjutnya, ajari anak membedakan uang logam dengan nilai rupiah yang berbeda. Minta anak mengelompok beberapa uang logam dan menyebutkan nilainya.

SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN

Tahapan Perkembangan
1. Mengungkapkan simpati.
2. Mengikuti aturan permainan.
3. Berpakaian sendiri tanpa dibantu.

Stimulasi

  1. Ajak anak berbicara tentang apa yang dirasakan anak. Tunjukkan bahwa anda mengerti pembicaraan anak dengan mengulangi apa yang dikatakannya.
  2. Pada umur ini anak-anak senang sekali bergaul dan membutuhkan teman sebaya untuk bermain. Ajari anak dalam memakai kata-kata yang tepat ketika menyampaikan maksudnya pada teman temannya. Buat agar anak memakai kata-kata dalam memecahkan masalah dan bukannya dengan memukul atau mendorong.
Continue Reading

You may also like

Perkembangan bahasa

Kemampuan bicara memerlukan keterampilan intelektual dan motorik, jadi tidak hanya merupakan koordinasi otot otot pembentuk suara tapi juga kemampuan mengaitkan arti dari bunyi yang dihasilkan.

Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh perkembangan anak, karena kemampuan berbahasa sensitif terhadap keterlambatan atau kelainan pada sistem lainnya, seperti kemampuan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi, dan lingkungan di sekitar anak. Rangsangan sensoris yang berasal dari pendengaran (auditory expressive & receptive language development) sangat penting dalam perkembangan bahasa. Seorang anak tidak akan mampu berbicara tanpa dukungan lingkungannya. Mereka harus mendengar dan melihat pembicaraan yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari maupun pengetahuan tentang dunia di sekitarnya. Mereka harus belajar mengekspresikan diri, membagi pengalaman dengan orang lain, dan mengemukakan keinginannya.

Menurut teori neuropsikolinguistik, berbahasa adalah interaksi yang kompleks antara fungsi otak (korteks serebri), semantik dan pragmatik, fonologi, grammar dan organ yang memproduksi bahasa. Sistem ini saling berhubungan, bila salah satu mengalami masalah akan terjadi gangguan bicara. Salah satu petunjuk untuk menilai kepandaian anak berbicara adalah rumus 4S, yaitu umur anak dibagu 4 (dalam tahun) merupakan proporsi kata yang bisa dipahami pendengar dari seluruh kata kata yang diucapkan oleh anak. Anak umur 1 tahun sebanyak 1/4 S, artinya seperempat kalimat yg diucapkan dimengerti pendengar.

Keterampilan mengartikulasikan suara juga mengikuti pola tertentu. Yang pertama kali muncul adalah suara paling mudah, yaitu suara bibir (dinyatakan dalam huruf m, p, b, v, o). Berikutnya yang terdengar adalag suara sederhana yang dihasilkan oleh lidah dan gusi (d, n, t). Ketika anak mulai menguasai kontak lidah palatum (g, k, ng), sering mereka bingung membedakan d dengan g, serta t dengan k, terutama bila keduanya muncul dalam 1 kata (misalnya dagu diucapkan dadu atau gagu). Jenis duplikasi fonetik ini sering terjadi pada umur 2 tahun dan dapat terjadi pada umur 3 tahun. Ketika anaj belajar membuat perbedaan suara, mereka juha belajar mengendalikan motorik untuk pola bicara yang lebih kompleks dan daoat mengucapkan huruf f, v, s, dan z. Karena suara suara itu mirip, anak umur 3 tahun dapat keliru menyebut f untuk s atau v untuk z.

Pengendalian untuk berbagau bunyi ucapan biasanya dikuasai lebih dulu pad awal kata kata. Anak umur 2 tahun mungkin menghilangkan suara pada akhir kata; anak umur 3 tahun dapat terpeleset pada bunyi di tengah kata, dan anak umur 4-5 tahun dapat mengalami kesulitan dengan kata yang lebih kompleks. Kesalahan artikulasi dapat terjadi sampai batas umur 7 tahun. Anak umur 4 tahun adalah penerima bahasa ibu yang baik, walaupun masih terdapat kesalahan artikulasi, tetapi ucapannya cukup dapat dimengerti dan telah menguasai dasar sintaks, fonetik, dan semantik (arti kata).

Tahapan Perkembangan Bahasa

  1. Reflective vocalization. Pada bayi baru lahir, dengan caranya sendiri, bayi akan “berbicara”. Pada umur ini, bayi masih belum mampu membedakan berbagai macam stimuli dari luar serta belum mampu bereaksi secara spesifik terhadap stimuli yang berbeda beda, sehingga bayi akan menangis terhadap semua stimuli yang diterimanya. Tangusan bayi dan vokalisasi selama 2-3 minggu pertama dalam hiduonya bersifat reflektif. Vokalisasi terjadi akibat udara yang secara refleks keluar dari paru lewat pita suara sehingga terbentuk suara. Suara yang terbentuk tidak mempunyai arti sama sekali. Pada akhir minggu kedua atau ketiga, ibu sudah dapat membedakan arti tangisan bayi. Bayi sudah dapat memberikan reaksi berbeda terhadap stimuli yang diterimanya, sudah ada rasa tertarik terhadap wajah dan orang sekitarnya, karena sudah mulai terjadu maturasi baik fisik maupun mental. Pada umur 2-4 bulan, bayi sudah bisa cooing (seperti suara burung merpati)
  2. Babbling. Pada umur 6-7minggu, bayi sudah mulai menunjukkan reaksi terhadap suara yang dibuatnya. Bayi menyenangi suaranya dan menghibur dirinya dengan suara. Coos gurgles, dan permainan suara umum lainnya akana diikuti oleh perkembangan bicara baru yang disebut babbling pada umur sekitar 4-9 bulan. Suara yang ditimbulkan bermacam-macam, mukai dari vokal lalu konsonan, dan kombinasi keduanya. Vokal seperti “a” akan diulang ulang dalam nada dan kekerasan yang berbeda. Kemudian muncul suara konsonan labial “p” dan “b” (guttural), “g” (dental), dan terakhir nasal “n”. Pada umur 6 bulan bayi sudah memberikan reaksi kalau dipanggil namanya atau menoleh ke arah sumber suara.
  3. Lalling. Sampai dengan tahap babbling, perkembangan pendengaran dan bahasa sama pada anak tuli dan anak yang tidak tuli. Karena masih bersifat reflektif dan respons terhadap stimuli internal, babbling terjadi baik pada anak yang tuli maupun yang tidak tuli. Setelah tahapan babbling, akan terjadi perbedaan perkembangan bahasa antara anak tuli dan tidak tuli. Mulai dari tahapan lalling, pendengaran mempunyai peran penting. Lalling adalah pengulangan (repetition) suara atau kombinasi suara yang didengar seperti ba-ba, ma-ma, gub-gub. Lalling biasanya mulai pada sekitar umur 6 bulan. Pada lalling, yang penting adalah terdapat hubungan yang bermakna antara produksi suara dan pendengaran.
  4. Echolalia. Sekitar umur 9-10 bulan, anak sudah bisa meniru (imitation) suara yang dibuat orang lain dan suara yang sering didengarnya. Pada tahapan lalling, yang akan ditiru pertama kalo adalah suara yang dimengerti anak. Pada saat ini, anak sudah siap untuk menirukan segala macam suara. Mereka akan memilih suara mana yang mudah untuk ditiru dan yanh tidak mudah ditiru (suara yang membingungkan).
  5. True speech. Pada sekitar umur 12-13 bulan, rata rata anak sudah mulai bisa bicara. Ada anak yang lambat, ada anak yang cepat bicara. Yang dimaksud bicara adalah anak dengan sengaja menggunakan pola bunyi konvensional (kata-kata), yang merupakan respons terhadap situasi tertentu dari lingkungannya. Sebelim anak bisa bicara, anak harus mengerti dulu apa yang dikatakan orang lain (verbal understanding). Keadaan ini menunjukkan bahwa anak telah merespon baik secara mental maupun motorik terhadap kata kata yang diucapkan orang lain. Kalau anak mampu mengerti (verbal understanding), mereka akan lebih cepat untuk dapat berbicara.

Pada anak usia 18-24 bulan, kadang kadang kosa katanya telah mencapai 30-60 kata dan kecepatan anak dalam mempelajari bahasa meningkat dramatis. Anak belajar rata rata 3-4 kata per hari, dan mulai mengkombinasikan kata ke dalam suatu frase yang terdiri dari 2 kata. Ketika kalimat panjang bertambah, anak mulai menguasai elemen struktur bahasa lebih spesifik, termasuk kata ganti, kata tanya, dan kata kerja. Pada umur 3 tahun, pemahamannya sudah sangat baik, yaitu anak sudah dapat membuat kalimat terdiri dari 3 atau beberapa suku kata, anak mulai bertanya dengan menggunakan kata tanya “apa”, kemudian menggunakam kata tanya “mengapa”, dan akhirnya anak dapat terlibat dalam percakapan singkat. Pada umur 4-5 tahun, anak dapat menyusun kalimat yang kompleks, berpartisipasi dalam percakapan yang lebih bermakna, dan menuturkan cerita singkat.

Continue Reading

You may also like

Stimulasi Anak Usia 4 Tahun

MOTORIK KASAR

Tahapan perkembangan
1. Berdiri 1 kaki 6 detik.
2. Melompat-lompat 1 kaki.

Stimulasi
1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan:
Dorong anak berlari, melompat, berdiri di atas satu kaki, memanjat, bermain bola,
Lompat jauh, jalan di atas papan sempit / permainan keseimbangan tubuh, berayun-ayun.
2. Lomba Karung. Ambil karung/ kain sarung yang cukup lebar untuk menutup bagian bawah tubuh dan kedua kaki anak. Tunjukkan pada anak dan teman-temannya cara memakai karung dan melompat lompat, siapa yang paling cepat/ dulu sampai garis tujuan.
3. Main engklek. Gambar kotak-kotak permainan engklek di lantai. Ajari anak dan teman-temannya cara bermain engklek.
4. Melompat tali. Pada waktu anak bermain dengan teman sebayanya, tunjuk dua anak untuk memegang tali rapiah ( panjang 1 meter) , atur jarak dari tanah , jangan terlalu tinggi. Tunjukkan kepada anak cara melompat tali dan bermain “katak melompat”.

MOTORIK HALUS

Tahapan perkembangan:

1. Menari.
2. Menggambar tanda silang.
3. Menggambar lingkaran.
4. Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh.
5. Mengancing baju atau pakaian boneka.

Stimulasi
1. Ajak anak bermain puzzle, menggambar, menghitung, memilih den mengelompokkan, memotong dan menempel gambar. Ajak anak membuat buku kegiatan keluarga dengan mengumpulkan foto/gambar anggota keluarga, benda-benda dari berbagai tempat yang pemah dikunjungi anak, dan sebagainya.
2. Menggambar
Ketika anak sedang menggambar, minta anak melengkapi gambar tersebut, misal: menggambar baju pada gambar orang, menggambar pohon, bunga, matahari, pagar pada gambar rumah, dan sebagainya
3. Mencocokkan dan menghitung.
Bila anak sudah bisa berhitung dan kenal angka, buat 1 set kartu yang ditulisi angka 1-10. Letakkan kartu itu berurutan di atas meja. Minta anak menghitung benda-benda kecil yang ada di rumah seperti: kacang, batu kerikil, biji sawo dan lain-lain, sejumlah angka yang tertera pada kartu. Kemudian letakkan benda-benda tersebut di dekat kartu angka yang cocok.
4. Menggunting.
Bila anak sudah bisa memakai gunting tumpul, ajari cara menggunting kertas yang sudah dilipat-lipat, membuat suatu bentuk seperti rumbai-rumbai, orang, binatang, mobil dari sebagainya.
5. Membandingkan besar/kecil,banyak/sedikit, berat/ringan. Ajak anak bermain menyusun 3 buah piring
berbeda ukuran atau 3 gelas diisi air dengan isi tidak sama. Minta anak menyusun piring/gelas tersebut dari yang ukuran kecil/jumlah sedikit ke besar/banyak atau dari ringan ke berat. Bila anak dapat menyusun ketiga benda itu, tambah jumlahnya menjadi 4 atau lebih.
6. Percobaan ilmiah.
Sediakan 3 gelas isi air. Pada gelas pertama tambahkan 1 sendok teh gula pasir dan bantu anak ketika mengaduk gula tersebut. Pada gelas kedua masukkan gabus dan pada gelas ketiga masukkan kelereng. Bicarakan mengenai hasilnya ketika anak melakukan “percobaan” ini.
7. Berkebun.
Ajak anak menanam biji kacang tanah/kacang hijau di kaleng /gelas aqua bekas yang telah diisi tanah. Bantu anak menyirami tanaman tersebut setiap hari. Ajak anak memperhatikan pertumbuhannya dari hari ke hari. Bicarakan mengenai bagaimana tanaman, binatang dan anak-anak tumbuh/bertambah besar.

BICARA BAHASA

Tahapan Perkembangan
1. Menyebut nama lengkap tanpa dibantu.
2. Senang menyebut kata-kata baru.
3. Senang bertanya tentang sesuatu.
4. Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar.
5. Bicaranya mudah dimengerti.
6. Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya.
7. Menyebut angka, menghitung jari.
8. Menyebut nama-nama hari.

Stimulasi
1. Buku kegiatan keluarga.
Ajak anak membuat buku kegiatan keluarga dengan mengumpulkan foto/gambar anggota keluarga, benda-benda dari berbagai tempat yang pemah dikunjungi anak, dan sebagainya.
2. Mengenal huruf dan simbol.
Tulis nama benda-benda yang ada di ruang-an pada sepotong kertas kecil. Kemudian tempel kertas tersebut pada setiap benda, misalnya: tulisan meja ditempel di meja, tulisan buku, bunga, bantal dan sebagainya. Minta anak menyebutkan tulisan di kertas tersebut. Ajari anak mengenali tanda-tanda di sepanjang jalan.
3. Belajar mengingat-ingat.
Masukkan sejumlah benda kecil/mainan anak ke sebuah kantung. Minta anak memperhatikan anda ketika anda mengambil 3- 4 macam benda kecil/dari kantung tersebut. Letakkan di atas meja dan minta anak menyebut nama benda/mainan satu persatu. Kemudian, minta anak menutup matanya, dan ambil salah satu benda tadi. Tanyakan kepada anak benda apa yang hilang. Bila ia sudah menguasai permainan ini,tambahkan jumlah benda yang diletakkan di meja.
4. Melengkapi kalimat.
Buat kalimat pemyataan mengenai apa yang anda dan anak lakukan bersama dan minta anak
menyelesaikannya. Misalnya sehabis mengajak anak ke kebun binatang; “Kemarin kami pergi ke……: atau sehabis mengajak anak makan mie bakso” Makanan kesukaan adik adalah…?
5. Bercerita “ketika saya masih kecil”.
Anak senang mendengar cerita tentang masa kecil orangtuanya dan senang bercerita tentang masa kecil anak. Ceritakan kepada anak masa kecil anda dan selanjutnya minta anak menceritakan masa kecilnya.
6. Mengenal angka
Bantu anak mengenali angka dan berhitung. Ajak anak bermain kartu, gunakan kartu angka 2-10.
7. Buat anak mau bertanya dan bercerita tentang apa yang dilihat dan didengarnya.
8. Dorong anak sering melihat buku. Buat agar ia melihat anda membaca buku.
9. Bantu anak dalam memilih acara TV, batasi waktu menonton TV maksimal 2 jam sehari. Dampingi anak menonton TV dan jelaskan kejadian yang baik dan buruk. lngat bahwa acara dan berita di TV dapat berpengaruh buruk pada anak.
10. Mengenal musim.
Bantu anak mengenal musim hujan dan kemarau. Bicarakan apa yang terjadi pada kedua musim itu, pengaruhnya terhadap tanaman, binatang dan alam sekitamya.
11. Membantu pekerjaan di dapur.
Katakan pada anak bahwa anda mengangkatnya sebagai “asisten” anda. Minta anak membantu memotong sayuran, menyiapkan dan membersihkan meja makan, dan lain-lain. Buat agar anak mau menjelaskan apa yang sedang dilakukannya. Katakan betapa menyenangkan dapat membantu sesama dan mengerjakan sesuatu dengan baik.

SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN

Tahapan Perkembangan
1. Berpakaian sendiri tanpa dibantu.
2. Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu.

Stimulasi :
1. Berikan tugas rutin pada anak dalam kegiatan di rumah, ajak anak membantu anda di dapur dan makan bersama keluarga.
2. Buat agar anak bermain dengan teman sebayanya.
3. Ajak anak berbicara tentang apa yang dirasakan anak.
4. Bersama-sama anak buatlah rencana jalan-jalan sesering mungkin.
5. Membentuk kemandirian.
Beri kesempatan pada anak untuk mengunjungi tetangga dekat, teman atau saudara tanpa ditemani Anda. Selanjutnya minta anak bercerita tentang kunjungannya itu.
6. Mengikuti aturan permainan/petunjuk.
Ajak anak bermain sekaligus belajar mengikuti aturan/petunjuk permainan. Pada awal permainan, beri perintah kepada anak, misalnya “berjalan 3 langkah besar ke depan atau berjalan mundur 5 langkah. Setiap kali akan menjalankan perintah itu, minta anak mengatakan: “Bolehkah saya memulainya?” Setelah anak bisa memainkan permainan ini, bergantian anak yang memberikan perintah dan anda yang mengatakan: “Bolehkah saya memulainya.
7. Membuat “album” keluarga.
Bantu anak membuat album keluarga yang ditempeli dengan foto-foto anggota keluarga. Tulis nama setiap orang di bawah fotonya.

8. Membuat “boneka”.
Tunjukkan cara membuat “boneka” dari kertas. Gambar bagian muka dengan spidol. Agar dapat berdiri tegak, pasang lidi sebagai “rangka/badan” boneka. Atau buat “boneka” dari kaos kaki bekas. Gambar mata, hidung dan mulut. Gerakkan jari-jari tangan anda seolah-olah boneka itu dapat berbicara. Buat agar anak mau bermain dengan temannya selain bermain sendiri.
9. Menggambar orang.
Tunjukkan pada anak cara menggambar orang pada selembar kertas. Jelaskan ketika anda menggambar mata, hidung, bibir dan baju.
10. Bermain kreatif dengan teman-temannya.
Undang ke rumah 2-3 anak yang sebaya. Ajari anak-anak permainan dengan bemyanyi, membuat boneka dari kertas/kaos kaki bekas dan kemudian memainkannya. Minta anak mau menirukan tingkah laku binatang seperti yang dilihatnya di kebun binatang.
11. Bermain “berjualan dan berbelanja di toko”.
Kumpulkan benda-benda yang ada di rumah seperti sepatu, sendal, buku, mainan, majalah, dan sebagainya untuk bermain “belanja di toko”. Tulis harga setiap benda pada secarik kertas kecil. Buat “uang kertas” dari potongan kertas dan uang logam” dari kancing/tutup botol. Kemudian minta anak berperan sebagai pemilik toko, anda dan anak yang lain pura-pura membeli benda-benda itu dengan “uang kertas” dan “uang logam”. Selanjutnya secara bergantian anak-anak menjadi pembeli dan pemilik toko.

Continue Reading

You may also like

Stimulasi Anak Usia 3 Tahun

MOTORIK KASAR

Tahapan Perkembangan

  1. Berdiri 1 kaki 2 detik.
  2. Melompat kedua kaki diangkat.
  3. Mengayuh sepeda roda tiga.

Stimulasi

Dorong anak berlari, melompat, berdiri di atas satu kaki, memanjat, bermain bola, mengendarai sepeda roda tiga.

1. Melompat

Tunjukkan pada anak cara melompat dengan satu kaki. Bila anak sudah bisa melompat dengan satu kaki, tunjukkan cara melompat melintas ruangan, mula-mula dengan satu kaki, kemudian bergantian dengan kaki yang lainnya.

2. Menangkap bola

Ajak anak menangkap bola. Gunakan bola sebesar bola tenis. Sekali-kali bola dilempar ke arah anak, minta anak menangkapnya, kemudian melempar kembali ke arah anda.

3. Berjalan mengikuti garis lurus

Di halaman rumah, letakkan papan sempit, atau buat garis lurus dengan talirafia/kapur atau susun batu bata memanjang. Tunjukkan pada anak cara berjalan di atas papan/garis lurus dengan merentangkan kedua lengan/ tangan untuk menjaga keseimbangan tubuh.

4. Melempar benda-benda kecil ke atas

Ajari anak melempar benda-benda kecil ke atas atau menjatuhkan kerikil ke dalam kaleng. Gunakan benda-benda yang tidak berbahaya.

5. Menirukan binatang berjalan

Tunjukkan pada anak cara binatang berjalan, misal anjing berjalan dengan kedua kaki dan tangan. Ajak anak ke kebun binatang dan tirukan gerak-gerik binatang.

6. Lampu hijau – merah

Minta anak berdiri di hadapan anda. Ketika anda mengatakan “lampu hijau” minta anak berjalan jinjit ke arah anda dan berhenti ketika anda mengatakan ”lampu merah“. Lanjutkan mengatakan ”Lampu hijau” dan “lampu merah” secara bergantian sampai anak tiba di tempat anda. Selanjutnya giliran anak untuk mengatakan “lampu hijau” dan “lampu merah” secara bergantian ketika anda berjinjit-jinjit menuju ke arah depan.

MOTORIK HALUS

Tahapan Perkembangan

  1. Menggambar garis
  2. Menumpuk 8 buah

Stimulasi

1. Menggambar/menulis

Beri anak selembar kertas dan pensil. Ajari anak menggambar garis lurus, bulatan, segi empat serta, menulis huruf dan angka. Kemudian buat pagar, rumah, matahari, bulan, huruf, angka dan sebagainya. Juga ajari anak menulis namanya.

Bermain puzzle yang lebih sulit, menyusun balok-balok, meng gambar gambar yang lebih sulit, bermain mencocokkan gambar dengan benda sesungguhnya dan mengelompokkan benda menurut jenisnya

2. Memotong

Beri anak gunting, tunjukkan cara menggunting. Beri gambar besar untuk latihan menggunting.

3. Membuat buku cerita gambar tempel.

Ajak anak membuat buku cerita gambar tempel. Gunting gambar dari majalah tua/brosur, tunjukkan pada anak cara menyusun guntingan gambar tersebut sehingga menjadi suatu cerita menarik. Minta anak menempel guntingan gambar tersebut pada kertas dan di bawah gambar tersebut, tulis ceriteranya.

4. Menempel gambar

Bantu anak menemukan gambar foto menarik dari majalah, potongan kertas dan sebagainya. Minta anak menempel gambar tersebut pada karton/ kertas tebal. Gantung gambar itu di kamar anak.

5. Menjahit

Gunting sebuah gambar dari majalah, tempel pada selembar karton. Buat lubang-lubang di sekeliling gambar tersebut. Ambil tali rafia dan simpulkan salah satu ujungnya. Kemudian, ajari anak cara “menjahit” sekeliling gambar, tali rafia dimasukkan ke lubang-lubang tersebut satu persatu.

6. Menghitung

Letakkan sejumlah kacang di mangkok/kaleng. Ajari anak menghitung kacang dan letakkan kacang tersebut di tempat lainnya. Mula-mula anak belum bisa menghitung lebih dari dua atau tiga. Bantu anak menghitung jika mengalami kesulitan.

7. Menggambar dengan jari

Ajak anak menggambar dengan cat memakai jari-jarinya di selembar kertas besar. Buat agar ia mau memakai kedua tangannya dan membuat bulatan besar atau bentuk-bentuk lainnya.

8. Cat air

Beri anak cat air, kuas dan selembar kertas. Ceritakan bagaimana warna-warna bercampur ketika anak mulai menggunakan cat air itu.

9. Mencampur warna

Campur air ke warna merah, biru dan kuning dari cat air. Beri anak potongan sedotan, ajari anak untuk meneteskan warna-warna itu pada selembar kertas. Ceritakan bagaimana wama-warna bercampur membentuk warna lain.

10. Membuat gambar tempel

Gunting kertas berwarna menjadi segitiga, segi empat, lingkaran. Jelaskan mengenai perbedaan bentuk-bentuk tersebut. Minta anak membuat gambar dengan cara menempelkan potongan-potongan berbagai bentuk di selembar kertas.

BICARA BAHASA

Tahapan Perkembangan

  1. Menyebut nama, umur
  2. Mengenal 2-4 warna
  3. Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan.
  4. Mendengarkan cerita.

Stimulasi

1. Bercerita mengenai dirinya

Buat agar anak mau berceritera mengenai dirinya, hobinya atau mengenai anda. Anda dapat berceritera tentang sesuatu dan kemudian minta anak menyelesaikan cerita itu.

2. Mengenal huruf

Gunting huruf besar menurut alfabet dari majalah/koran, tempel pada karton. Anda dapat pula menuIis huruf besar tersebut dengan spidol. Tunjukkan pada anak dan sebutkan satu persatu, kemudian minta anak mengulanginya.

3. Berbicara dengan anak.

Buat  agar  anak  mengajukan  berbagai  pertanyaan.  Jawab  pertanyaan  tersebut  dengan kata-kata sederhana, gunakan lebih dari satu kata.

  • Bacakan buku cerita Buat agar anak melihat anda membaca buku.
  • Nyanyikan lagu dan bacakan sajak-sajak untuk
  • Buat agar anak mau menyebut nama lengkap, menyatakan perasaannya, menjelaskan sesuatu dan mengerti
  • Bantu anak dalam memilih acara TV, batasi waktu menonton TV maksimal 2 jam Dampingi anak menonton TV dan jelaskan kejadian yang baik dan buruk. lngat bahwa acara dan berita di TV dapat berpengaruh buruk pada anak.

4. Album foto

Tempelkan foto anak di buku anak. Minta anak menceriterakan apa yang terjadi di dalam fotonya itu. Tulis di bawah foto tersebut, apa yang di ceritakan anak.

SOSIALISASI KEMANDIRIAN

Tahapan perkembangan

  1. Mencuci dan mengeringkan tangan
  2. Bermain bersama teman,mengikuti aturan permainan
  3. Mengenakan sepatu
  4. Mengenakan celana panjang,kemeja
  5. Mengetahui anggota tubuh yang tidak boleh disentuh atau dipegang orang lain kecuali oleh orang tua dan dokter

Stimulasi

1. Mencuci tangan dan kaki

Tunjukkan pada anak cara memakai sabun dan membasuh dengan air ketika  mencuci kaki dan tangannya. Setelah ia dapat melakukan, ajari ia untuk mandi sendiri.

2. Ajari anak 4 bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dipegang orang lain kecuali oleh orang tua dan dokter yaitu: mulut, dada, di sela-sela paha dan bokong. Ajarkan kepada anak untuk tidak mau diajak orang lain tanpa diketahui oleh orang tua.

3. Makan pakai sendok garpu. Bantu anak makan pakai sendok dan garpu dengan baik.

4. Mengancingkan kancing tarik.

Bila anak sudah bisa mengancingkan kancing besar, coba dengan kancing yang lebih kecil. Ajari cara menutup dan membuka kancing tarik di bajunya.

5. Memasak

Biarkan anak membantu memasak seperti mengukur dan menimbang menggunakan timbangan masak, membubuhkan sesuatu, mengaduk, memotong kue,dan sebagainya. Bicara pada anak apa yang diperbuat oleh anda berdua.

6. Menentukan batasan.

Pada umur ini, sebagai bagian   dari proses tumbuh kembangnya, anak-anak mulai mengenal batasan dan peraturan. Bantu anak anda dalam membuat keputusan dengan cara anda menentukan batasannya dan menawarkan pilihan. Misalnya “Kau bisa memilih antara 2 hal” dibacakan ceritera atau bermain sebelum tidur, “Kau tidak boleh memilih keduanya”.

Continue Reading

You may also like

Stimulasi Anak Usia 2 Tahun

MOTORIK KASAR

TAHAPAN PERKEMBANGAN

  1. Naik tangga sendiri
  2. Dapat bermain dan menendang bola kecil

STIMULASI

Naik tangga sendiri

  1. Dorong agar anak mau memanjat, berlari, melompat, melatih keseim¬bangan badan dan bermain bola
  2. Latihan menghadapi Ajak anak bermain “ular naga”, merangkak di kolong meja, berjinjit mengelilingi kursi, melompat di atas bantal dan lain-lain
  1. Usahakan agar anak melompat jauh dengan kedua kakinya Letakkan sebuah handuk tua dilantai, ajari anak melompatinya. Atau buat garis di tanah dengan sebuah tongkat atau di lantai dengan sebuah kapur tulis, sebagai batas lompatan

Dapat bermain dan menendang bola kecil

Melempar dan menangkap Tunjukkan kepada anak cara melempar sebuah bola besar ke arah anda. Kemudian lemparkan kembali bola itu kepada anak sehingga ia dapat menangkapnya.

MOTORIK HALUS

TAHAPAN PERKEMBANGAN

Mencoret-coret pensil pada kertas

STIMULASI

Mencoret-coret pensil pada kertas

  1. Dorong agar anak mau berrnain puzzle, balok-balok, memasukkan benda yang satu ke dalam benda lainnya, dan menggambar
  2. Membuat gambar tempelan. Bantu anak memotong gambar-gambar dari majalah tua dengan gunting untuk anak. Dengan lem kertas atau karton atau membuat gambar tempelan. Bicarakan dengan anak tentang apa yang sedang dibuatnya.
  3. Memilih dan mengelompokkan benda- benda

Berikan kepada anak bermacam-macam benda, misalnya: uang logam, berbagai jenis kancing, benda berbagai wama, dan lain¬ lain. Minta anak memilih dan mengelompokkan benda-benda itu menurut jenisnya. Mulai dengan 2 jenis benda yang berlainan, kemudian sedikit demi sedikit tambahkan jenisnya.

  1. Mencocokkan gambar dan benda, tunjukkan kepada anak cara mencocokkan gambar bola dengan sebuah bola yang Bicarakan mengenai bentuknya, gunanya dan sebagainya.
  2. Konsep Tunjukkan kepada anak cara mengelompokkan benda dalam jumlah satu-satu, dua,tiga dan sebagainya. Katakan kepada anak anda berapa jumlah benda dalam satu kelompok dan bantu ia menghitungnya, ini ada 3 biji kacang, mari kita hitung, satu, dua, tiga
  3. Bermain/menyusun balok-balok.

Beli atau buat satu set balok mainan anak. Anak akan main dengan balok-balok itu selama bertahun- tahun. Bila anak anda bertambah besar, anda dapat menambah jumlahnya.

BICARA BAHASA

TAHAPAN PERKEMBANGAN

  1. Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata.
  2. Dapat menunjuk 1atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta.
  3. Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih
  4. Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta.

STIMULASI

1. Bicara dengan baik, gunakan ejaan bahasa yang baik dan benar dan tidak cadel, menggunakan 2 kata.

Bacakan buku cerita anak.Buat agar anak melihat anda membaca buku. Hal ini mengandung pesan penting¬nya manfaat membaca. buku cerita dengan tulisan dan gambar yang besar-besar, supaya menarik minat anak. Ketika selesai membacakan, ibu dan bapak dapat mengajukan 5 W dan 1 H; who (siapa tokohya); what (apa yang terjadi); when (kapan terjadinya); where (di mana terjadinya); why (mengapa bisa terjadi); how (bagaiman bisa terjadi). Tujuannya melatih anak untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis.

  1. Dorong agar anak mau bercerita apa yang dilihatnya baik dari buku maupun ketika jalan-jalan.
  2. Bantu anak dalam memilih acara TV, dampingi anak ketika menonton Batasi waktu menonton maksimal 1jam sehari.
  1. Acara/berita TV terkadang menakut¬kan Jelaskan pada anak, apakah hal itu nyata atau tidak.
  2. Menyebut nama lengkap. Ajari anak menyebut namanya secara lengkap. Sebut nama lengkap anakdengan perlahan. Minta anak mengulanginya.
  3. Berceritera tentang diri Anak senang mendengar cerita tentang dirinya. Ceritakan kembali kejadian-kejadian lucu dan menarik yang dialami anak.
  4. Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau
  5. Mengenal berbagai jenis nama pakaian. Ketika mengenakan pakaian anak, sebut nama jenis pakaian tersebut (kemeja, celana, kaos, celana, rok,dsb). Minta anak mengambil pakaian yang anda sebutkan sambil menyebutkan kembali jenisnya.
  6. Menyatakan keadaan suatu benda. Ketika mengajak anak bicara, gunakan ungkapan yang menyatakan keadaan suatu benda. Misal:”Pakai kemeja yang merah”, “Bolamu yang kuning ada di bawah meja”, ”Mobil-mobilan yang biru itu ada di dalam laci”, dan sebagainya.

SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN

TAHAPAN PERKEMBANGAN

  1. Makan nasi sendiri tanpa banyak
  2. Melepas pakaiannya

STIMULASI

  1. Melatih buang air kecil dan buang air besar di kamar mandi/ WC

Ajari anak untuk memberitahu anda bila ingin buang air kecil/buang air besar. Dampingi anak saat buang air kecil/ buang air besar dan beritahu cara membersihkan diri dan menyiram kotoran.

  1. Berpakaian. Ajari anak berpakaian sendiri tanpa bantuan.Beri kesempatan anak memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya.
  2. Bujuk dan tenangkan ketika anak kecewa dengan cara memeluk dan berbicara kepadanya
  3. Sering-sering ajak anak pergi ke luar mengunjungi tempat bermain, toko, kebun binatang dan lain-lain.
  4. Ajak anak membersihkan tubuhnya ketika kotor  kemudian  mengelapnya dengan bantuan  anda sesedikit mungkin.Demikian juga dalam berpakaian dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan.
  1. Berdandan

Biarkan anak berdandan mengenakan pakaian dewasa yang sudah tua. Beri anak beberapa topi anak- anak, rok, celana, kemeja, sepatu, dsb. Biarkan anak memilih sendiri mana yang akan dipakainya.

Continue Reading

You may also like