Skrining G6PD

G6PD
(Glucose-6-phosphate dehydrogenase) merupakan enzim yang berfungsi melindungi sel darah merah dari proses oksidatif

Kekurangan enzim G6PD merupakan salah satu gangguan metabolisme bawaan tersering di dunia.

Paling sering ditemukan di Asia Tenggara, Afrika dan Arab.

Bayi yang mengalami kekurangan enzim ini maka sel darah merahnya akan mudah pecah (anemia hemolisis)

Gejalanya yaitu kuning berkepanjangan pada bayi baru lahir

Pada anak besar, gejala yang timbul:

  • Pucat, pusing, lemas
  • Urin berwarna coklat seperti teh
  • Nyeri pinggang dan perut

Kejadian yang dapat menyebabkan proses kerusakan oksidatif yaitu

  • Penyakit tipes (typhoid), radang paru paru (pneumonia), gagal ginjal
  • Obat
  • Makanan dan minuman tertentu

Obat yang dapat menyeba kan kerusakan oksidatif

  • Antibiotik golongan sulfa, streptomisin, INH
  • Obat demam/nyeri: parasetamol, metamizol, aspirin
  • Obat kejang: fenitoin
  • Obat diabetes: glibenklamid
  • Obat alergi: difenhidramin
  • Vitamin C, vitamin K
  • Dll

Makanan dan minuman yang dihindari

  • Kacang kacangan termasuk kacang kedelai (susu soya, tahu, tempe)
  • Blueberries
  • Minuman isotonik

Hindari penggunaan kamper

Sumber

Caring for Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD)–Deficient Patients: Implications for Pharmacy. 2015

Continue Reading

You may also like

Kebiasaan tidur si baby

Tidur adalah suatu tingkah laku yang dapat berubah dan berkembang.

  • Bayi baru lahir tidur jika sudah kenyang.
  • Usia 1 bulan bayi bisa terbangun tanpa menangis.
  • Usia 2-6 bulan butuh tidur 14-16 jam/hari (9-10 jam bobo malam).
  • Usia 7 bulan bisa tidur malam 6 jam, bisa bangun pagi untuk main main tanpa menangis.
  • Usia 9 bulan sudah mulai bisa bobo sepanjang malam.
  • Usia 15-18 bulan tidur malam sudah jadi rutinitas.

 

Sumber

Buku ajar tumbuh kembang anak. 2002

 

Continue Reading

You may also like

Aplikasi Primaku dari IDAI

Hidup di jaman tekhnologi yang serba digital, membawa berbagai macam kemudahan bagi para orangtua. Saat ini sudah tidak perlu lagi membawa buku catatan kesehatan anak. Salahsatu aplikasi yang dapat digunakan adalah PrimaKu dari IDAI. Orangtua pengguna handphone android dapat mengunduh di playstore.

 

Berikut langkah langkahnya:

1. Buka aplikasi playstore dan pilih PrimaKu

2. Dapat mendaftar (login) melalui email atau facebook.

3. Kemudian muncul kotak “disclaimer”, ketik OK

4. Lengkapi data diri Anda dan anak

5. Isi berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala saat lahir, kemudian klik sehingga muncul grafik pertumbuhan. Klik ” Tambah Data” pada kotak ungu di kanan layar. Isi dengan data berat badan, panjang badan dan lingkar kepala hari ini

6. Muncul halaman beranda (dashboard)

 

7. Klik gambar suntik di kiri atas untuk melihat jadual imunisasi

 

8. Klik gambar anak di kanan atas untuk melihat tahapan perkembangan dan stimulasi yang dapat dilakukan

 

 

 

11. Kalau mau baca baca artikel

 

 

Berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala diisi setiap bulan

Stimulasi dapat dilakukan setiap hari

Artikel kesehatan dapat dibaca setiap saat

 

Salam sayang,

Citra

Continue Reading

You may also like

Stimulasi sentuhan calon buah hati

Sampurasun,

Setiap orangtua mendambakan buah hati yang cerdas. Sejak dari dalam kandungan kita sudah dapat merangsang kecerdasan anak kita dengan beberapa stimulasi sederhana dengan sentuhan maupun suara

1. Stimulasi sentuhan (sensorimotorik)

Usia 8 minggu: sensitivitas janin terhadap sentuhan mulai terbentuk

Bagian tubuh pertama yang mulai merasakan sentuhan adalah pipi, telapak tangan dan telapak kaki

Usia 17 minggu perut dan bokong

Usia 32 minggu nyaris seluruh bagian tubuh janin mulai sensitif terhadap panas, dingin, tekanan, rasa geli dan sakit.

Sentuh permukaan perut pada bagian yang menonjol karena desakan tubuh si kecil. Sentuhan harus cukup kuat sehingga bisa dirasakan olehnya

Tak lama biasanya janin akan membalas dengan gerakan menendang, meninju atau sekedar berganti posisi

Selanjutnya sentuh kembali di tempat ia terlihat bergerak

Bersabarlah menunggu munculnya jawaban

 

Merespon tendangan janin

1. Ketika bayi secara spontan menendang perut ibunya, ibu merespon perlahan dengan menepuk tempat yang sama dan berkata “tendang lagi anakku”. Ini melatih refleks janin dalam memahami sentuhan dan suara

2. Setelah janin merespon dengan menendang, kemudian ibu merespon perlahan dengan menepuk tempat yang berlawanan arah dan berkata “Tendang bagian sini anakku”. Setelah janin menendang pada satu sisi tersebut, ibu mengulang rangsangan pada satu sisi lainnya.

3. Memperkenalkan konsep angka. Ibu menepuk perutnya dengan jumlah tertentu dan menantikan janin untuj merespon dengan jumlah tendangan berdasarkan angka yang sama dengan tepukan ibu

Bersambung (stimulasi suara)….

Sumber

Pedoman stimulasi dan nutrisi pengungkit otak (brain booster) pada janin melalui ibu hamil. Kementrian kesehatan RI. Pusat intelegensia kesehatan. Tahun 2014

Continue Reading

You may also like