Pedoman Pemberian Makan

Makan adalah suatu proses belajar:

  • Mengenalkan anak rasa lapar dan kenyang
  • Mengatasi lapar dengan makan yang sehat
  • Belajar mengunyah
  • Belajar naik tekstur makanan
  • Membangun preferensi dan hubungan yang baik dengan makanan
  • Belajar disiplin

Beberapa pedoman aturan yang dapat diterapkan antara lain

  1. Buat jadual makan yang teratur. Setiap 3-4 jam, dan tidak menawari makanan apapun di jeda makan. Agar anak mengenal rasa lapar
  2. Mulai dari porsi kecil. Boleh nambah kalau sudah habis
  3. Disiplin untuk berada di kursi makan
  4. Waktu makan dibatasi 20-30 menit
  5. Berapapun jumlah yang dihabiskan anak tidak dikritik maupun dipuji. Anak harus paham bahwa makan itu saat lapar dan selesai saat kenyang. Bukan untuk membuat ortunya happy.
  6. Tidak ada distraksi dari TV maupun mainan. Supaya fokusnya ke mengenali rasa lapar atau kenyang.
  7. Makanan itu bukan reward. Jangan dibilang boleh makan eskrim kalau sudah makan nasi dulu. Jadinya anak menganggap eskrim itu sesuatu yg lebih baik daripada makan nasi.
  8. Diajari agar tidak melempar lempar sendok piring atau makanan.
  9. Anak besar diajari untuk tetap fokus makan walaupun sambil diajak komunikasi

 

Sumber

Diagnosis and treatment of feeding disorders. Irene Chatoor. 2009.

Continue Reading

You may also like

Skrining G6PD

G6PD
(Glucose-6-phosphate dehydrogenase) merupakan enzim yang berfungsi melindungi sel darah merah dari proses oksidatif

Kekurangan enzim G6PD merupakan salah satu gangguan metabolisme bawaan tersering di dunia.

Paling sering ditemukan di Asia Tenggara, Afrika dan Arab.

Bayi yang mengalami kekurangan enzim ini maka sel darah merahnya akan mudah pecah (anemia hemolisis)

Gejalanya yaitu kuning berkepanjangan pada bayi baru lahir

Pada anak besar, gejala yang timbul:

  • Pucat, pusing, lemas
  • Urin berwarna coklat seperti teh
  • Nyeri pinggang dan perut

Kejadian yang dapat menyebabkan proses kerusakan oksidatif yaitu

  • Penyakit tipes (typhoid), radang paru paru (pneumonia), gagal ginjal
  • Obat
  • Makanan dan minuman tertentu

Obat yang dapat menyeba kan kerusakan oksidatif

  • Antibiotik golongan sulfa, streptomisin, INH
  • Obat demam/nyeri: parasetamol, metamizol, aspirin
  • Obat kejang: fenitoin
  • Obat diabetes: glibenklamid
  • Obat alergi: difenhidramin
  • Vitamin C, vitamin K
  • Dll

Makanan dan minuman yang dihindari

  • Kacang kacangan termasuk kacang kedelai (susu soya, tahu, tempe)
  • Blueberries
  • Minuman isotonik

Hindari penggunaan kamper

Sumber

Caring for Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD)–Deficient Patients: Implications for Pharmacy. 2015

Continue Reading

You may also like

Aplikasi Primaku dari IDAI

Hidup di jaman tekhnologi yang serba digital, membawa berbagai macam kemudahan bagi para orangtua. Saat ini sudah tidak perlu lagi membawa buku catatan kesehatan anak. Salahsatu aplikasi yang dapat digunakan adalah PrimaKu dari IDAI. Orangtua pengguna handphone android dapat mengunduh di playstore.

 

Berikut langkah langkahnya:

1. Buka aplikasi playstore dan pilih PrimaKu

2. Dapat mendaftar (login) melalui email atau facebook.

3. Kemudian muncul kotak “disclaimer”, ketik OK

4. Lengkapi data diri Anda dan anak

5. Isi berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala saat lahir, kemudian klik sehingga muncul grafik pertumbuhan. Klik ” Tambah Data” pada kotak ungu di kanan layar. Isi dengan data berat badan, panjang badan dan lingkar kepala hari ini

6. Muncul halaman beranda (dashboard)

 

7. Klik gambar suntik di kiri atas untuk melihat jadual imunisasi

 

8. Klik gambar anak di kanan atas untuk melihat tahapan perkembangan dan stimulasi yang dapat dilakukan

 

 

 

11. Kalau mau baca baca artikel

 

 

Berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala diisi setiap bulan

Stimulasi dapat dilakukan setiap hari

Artikel kesehatan dapat dibaca setiap saat

 

Salam sayang,

Citra

Continue Reading

You may also like

Nutrisi bagi sang buah hati selama kehamilan

Nutrisi yang tepat dapat menunjang kesehatan dan kecerdasan sang buah hati. Sejak dari dalam kandungan, kita harus memperhatikan asupan makanan yang baik.

Beberapa vitamin yang diperlukan selama hamil antara lain:

1. Asam folat dan vitamin B12

  • Pembentukan sistem saraf
  • Mencegah cacat bawaan seperti spina bifida (gangguan saraf tulang belakang), anensefali (otak tidak terbentuk)
  • Kebutuhannya 500-600 mcg.

2. Vitamin A

  • Penglihatan, pertumbuhan tulang dan gigi, kekebalan tubuh
  • Kebutuhan ibu hamil 770 mcg/hari, menyusui 1300 mcg/hari
  • Maksimal 3000 mcg/hari
  • Hati, wortel, ubi, telur, kangkung, bayam, semangka

3. Vitamin B6 (piridoksin)

  • Kebutuhan ibu hamil 1.9 mg/hari menyusui 2 mg/hari
  • Pisang, kentang, kacang panjang

4. Vitamin B12

  • Ibu hamil 2.6 mcg/hari, menyusui 2.8 mcg/hari
  • Daging merah, ayam, telur, kerang

5. Vitamin C

  • Kekebalan tubuh ibu dan bayi
  • Ibu hamil 80-85 mg/hari, menyusui 120 mg/hari
  • Jeruk, jambu, brokoli, tomat

6. Kalsium

  • Perkembangan tulang, jantung, otak
  • Ibu hamil 1200 mg/hari, menyusui 1000 mg/hari
  • Keju, yoghurt, mentega

7. Vitamin D

  • 2000 IU/hari
  • Berjemur sejenak di matahari pagi yang sejuk
  • Salmon, lele, telur

8. Vitamin E

  • Pembentukan otot dan sel darah merah
  • Kebutuhan ibu hamil 20 mg/hari
  • Maksimal 540 mg
  • Minyak sayur  kacang, bayam

9. Zat besi

  • Membentuk plasenta dan sel janin
  • Kebutuhan 30 mg/hari
  • Daging sapi, ayam, kacang polong

10. Vitamin B3 (niasin)

  • 18 mg/hari
  • Telur, roti, daging

11. Vitamin B1 (tiamin)

  • Kebutuhan 1.4 mg/hari
  • Telur, nasi putih, nasi merah

12. Zink

  • Pembentukan jaringan organ
  • Kebutuhan 11-12 mg/hari
  • Buncis, kacang, tiram

13. DHA

  • Kebutuhan ibu hamil 100-300 mg/hari
  • Minyak ikan, rumput laut, makanan laut

14. Omega 3

  • Kebutuhan ibu hamil 2.6 gram/hari
  • Telur ayam

Walaupun sekarang sudah banyak tersedia suplemen ibu hamil yang praktis. Pastikan selama hamil untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi, dan sering kontrol kehamilan. Semoga lancar semuanya sampai persalinan. Sehat ibu dan bayi

 

Salam sayang,

Citra

 

Sumber

Pedoman stimulasi dan nutrisi pengungkit otak (brain booster) pada janin melalui ibu hamil. Kementrian kesehatan RI. Pusat intelegensia kesehatan. Tahun 2014

Continue Reading

You may also like

Red Flags Perkembangan Anak

Red flags motorik kasar

  • Belum berguling dari telungkup ke telentang di usia 6-8 bulan
  • Sebaliknya apabila belum berguling dari telentang ke telungkup di usia 9 bulan
  • Belum bisa duduk disokong di usia 6 bulan
  • Belum bisa duduk tanpa disokong di usia 8-10 bulan
  • Belum bisa merangkak dan atau berdiri berpegangan dari posisi duduk di usia 12 bulan
  • Belum bisa jalan tanpa pegangan di usia 15-18 bulan
  • Belum bisa berlari di usia 21-24 bulan

 

Red flags motorik halus

  • Tangan bayi masih mengepal di usia 4 bulan
  • Belum dapat memindahkan benda melewati garis pertengahan tubuhnya di usia 6-8 bulan
  • Belum dapat memegang benda dengan 2 jari di usia 12 bulan
  • Belum dapat melepaskan mainan sesuai keinginan di usia 15 bulan
  • Belum dapat menumpuk 3 kubus ke atas di usia 24 bulan.
  • Red flags perkembangan personal sosial
  • Tidak adanya senyuman di usia 3-6 bulan menunjukkan kehilangan visual, masalah kedekatan atau depresi maternal
  • Tidak tertarik untuk bermain di dekat ayah ibu atau pengasuhnya
  • Tidak menunjukkan emosi di usia 12 sd 18 bulan

 

Red flags perkembangan bahasa

  • Tidak ada respon terhadap suara pada bayi baru lahir
  • Tidak ada respon terhadap setiap usaha untuk berkomunikasi setelah umur 4 bulan
  • Belum bisa babbling di usia 9 bulan
  • Tidak mengerti perintah verbal di usia 15 bulan
  • Tidak bisa menunjuk bagian bagian tubuh dan tidak mengerti perintah sederhana di 18 bulan
  • Perbendaharaan kata kurang dari 30 kata dan belum bisa merangkai kalimat dari 2 kata di usia 24 bulan
  • Perbendaharaan kata <50, dan belum dapat membuat satu kalimat yg terdiri dari tiga kata
  • Belum mampu menceritakan kembali cerita pendek pada usia tahun
  • Masih susah melafalkan konsonan seperti b, p, d, t, p, k, m, n, l, r, w, s di usia 5 tahun
  • Kurang mampu mengucapkan kombinasi huruf st, sh, sp di usia 7 tahun
Continue Reading

You may also like