Nutrisi bagi sang buah hati selama kehamilan

Nutrisi yang tepat dapat menunjang kesehatan dan kecerdasan sang buah hati. Sejak dari dalam kandungan, kita harus memperhatikan asupan makanan yang baik.

Beberapa vitamin yang diperlukan selama hamil antara lain:

1. Asam folat dan vitamin B12

  • Pembentukan sistem saraf
  • Mencegah cacat bawaan seperti spina bifida (gangguan saraf tulang belakang), anensefali (otak tidak terbentuk)
  • Kebutuhannya 500-600 mcg.

2. Vitamin A

  • Penglihatan, pertumbuhan tulang dan gigi, kekebalan tubuh
  • Kebutuhan ibu hamil 770 mcg/hari, menyusui 1300 mcg/hari
  • Maksimal 3000 mcg/hari
  • Hati, wortel, ubi, telur, kangkung, bayam, semangka

3. Vitamin B6 (piridoksin)

  • Kebutuhan ibu hamil 1.9 mg/hari menyusui 2 mg/hari
  • Pisang, kentang, kacang panjang

4. Vitamin B12

  • Ibu hamil 2.6 mcg/hari, menyusui 2.8 mcg/hari
  • Daging merah, ayam, telur, kerang

5. Vitamin C

  • Kekebalan tubuh ibu dan bayi
  • Ibu hamil 80-85 mg/hari, menyusui 120 mg/hari
  • Jeruk, jambu, brokoli, tomat

6. Kalsium

  • Perkembangan tulang, jantung, otak
  • Ibu hamil 1200 mg/hari, menyusui 1000 mg/hari
  • Keju, yoghurt, mentega

7. Vitamin D

  • 2000 IU/hari
  • Berjemur sejenak di matahari pagi yang sejuk
  • Salmon, lele, telur

8. Vitamin E

  • Pembentukan otot dan sel darah merah
  • Kebutuhan ibu hamil 20 mg/hari
  • Maksimal 540 mg
  • Minyak sayur  kacang, bayam

9. Zat besi

  • Membentuk plasenta dan sel janin
  • Kebutuhan 30 mg/hari
  • Daging sapi, ayam, kacang polong

10. Vitamin B3 (niasin)

  • 18 mg/hari
  • Telur, roti, daging

11. Vitamin B1 (tiamin)

  • Kebutuhan 1.4 mg/hari
  • Telur, nasi putih, nasi merah

12. Zink

  • Pembentukan jaringan organ
  • Kebutuhan 11-12 mg/hari
  • Buncis, kacang, tiram

13. DHA

  • Kebutuhan ibu hamil 100-300 mg/hari
  • Minyak ikan, rumput laut, makanan laut

14. Omega 3

  • Kebutuhan ibu hamil 2.6 gram/hari
  • Telur ayam

Walaupun sekarang sudah banyak tersedia suplemen ibu hamil yang praktis. Pastikan selama hamil untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi, dan sering kontrol kehamilan. Semoga lancar semuanya sampai persalinan. Sehat ibu dan bayi

 

Salam sayang,

Citra

 

Sumber

Pedoman stimulasi dan nutrisi pengungkit otak (brain booster) pada janin melalui ibu hamil. Kementrian kesehatan RI. Pusat intelegensia kesehatan. Tahun 2014

Continue Reading

You may also like

Red Flags Perkembangan Anak

Red flags motorik kasar

  • Belum berguling dari telungkup ke telentang di usia 6-8 bulan
  • Sebaliknya apabila belum berguling dari telentang ke telungkup di usia 9 bulan
  • Belum bisa duduk disokong di usia 6 bulan
  • Belum bisa duduk tanpa disokong di usia 8-10 bulan
  • Belum bisa merangkak dan atau berdiri berpegangan dari posisi duduk di usia 12 bulan
  • Belum bisa jalan tanpa pegangan di usia 15-18 bulan
  • Belum bisa berlari di usia 21-24 bulan

 

Red flags motorik halus

  • Tangan bayi masih mengepal di usia 4 bulan
  • Belum dapat memindahkan benda melewati garis pertengahan tubuhnya di usia 6-8 bulan
  • Belum dapat memegang benda dengan 2 jari di usia 12 bulan
  • Belum dapat melepaskan mainan sesuai keinginan di usia 15 bulan
  • Belum dapat menumpuk 3 kubus ke atas di usia 24 bulan.
  • Red flags perkembangan personal sosial
  • Tidak adanya senyuman di usia 3-6 bulan menunjukkan kehilangan visual, masalah kedekatan atau depresi maternal
  • Tidak tertarik untuk bermain di dekat ayah ibu atau pengasuhnya
  • Tidak menunjukkan emosi di usia 12 sd 18 bulan

 

Red flags perkembangan bahasa

  • Tidak ada respon terhadap suara pada bayi baru lahir
  • Tidak ada respon terhadap setiap usaha untuk berkomunikasi setelah umur 4 bulan
  • Belum bisa babbling di usia 9 bulan
  • Tidak mengerti perintah verbal di usia 15 bulan
  • Tidak bisa menunjuk bagian bagian tubuh dan tidak mengerti perintah sederhana di 18 bulan
  • Perbendaharaan kata kurang dari 30 kata dan belum bisa merangkai kalimat dari 2 kata di usia 24 bulan
  • Perbendaharaan kata <50, dan belum dapat membuat satu kalimat yg terdiri dari tiga kata
  • Belum mampu menceritakan kembali cerita pendek pada usia tahun
  • Masih susah melafalkan konsonan seperti b, p, d, t, p, k, m, n, l, r, w, s di usia 5 tahun
  • Kurang mampu mengucapkan kombinasi huruf st, sh, sp di usia 7 tahun
Continue Reading

You may also like