Post Traumatic Feeding Disorder

  • Menolak keras atau takut makan makanan keluarga dan maunya makanan lunak atau minum dari botol
  • Pada kasus berat bahkan bisa sama sekali menolak makan atau minum sama sekali
  • Memiliki riwayat trauma, karena kapok dulu pernah keselek, muntah, atau karena dipaksa makan.
  • Juga bisa didapatkan pada anak yang punya riwayat pernah dirawat kemudian dipasang selang makan, operasi sekitar organ mulut, atau karena berkali kali disuction
  • Benda yang mengingatkannya akan kejadian traumatis itu akan membuat anak stres misalnya kursi makan, alat makan yg dipakai untuk marahin dia (si anak)
  • Baru lihat bendanya saja sudah pengen muntah
  • Gamau banget dikasih makan, jadi nangis, tutup mulut banget
  • Kalau makanan sampai berhasil masuk ke mulut pun ga akan ditelan tapi berusaha dilepeh atau disimpan di pipi untuk kemudian dibuangnya
  • Saking traumanya sampai mengalahkan rasa lapar
  • Pada anak yang mogok makan dan minum berat harus segera diatasi agar tidak dehidrasi dan kelaparan

 

Sumber

Diagnosis and treatment of feeding disorder. Irene Chatoor

Continue Reading

You may also like

Sensory Food Aversion

  • Selalu menolak suatu jenis makanan tertentu akibat rasa, tekstur, bau, suhu atau tampilannya
  • Tidak sama dengan anak yang ga suka makanan tertentu tapi besok atau hari lain mau makan makanan tersebut
  • Terdapat beberapa derajat keparahan
  • Mulai dari menolak satu makanan sampai semua makanan dalam satu jenis tertentu misalnya sayur, buah atau daging
  • Reaksinya bermacam macam seperti hanya mengernyitkan muka sampai tersedak, muntah sampai melepeh
  • Kalau makanan yang tidak disukainya itu ada, anak bisa sangat stres saat dipaksa makan
  • Tahap lain anak bahkan bisa sampai mengeneralisir semua makanan yang tampak atau terasa mirip. Misalnya aversi terhadap kangkung, anak jadi gamau makan semua sayuran hijau sama sekali
  • Kalau dikasih makanan yang disukainya baru mau makan
  • Anak seringkali tidak mau mencoba makanan baru
  • Bahkan makanan lain menyentuh makanan yang tidak disukainya dia jadi tidak mau makan sama sekali
  • Kadang hanya mau makan makanan tertentu atau merk tertentu. Misalnya hanya mau ayam K*C
  • Berisiko kekurangan vitamin, mineral atau protein
  • Kalau disuruh makan makanan yang butuh dikunyah ekstra seperti daging dan sayuran keras akan kesulitan karena kurang terlatih
  • Perkembangan oromotor (otot pengunyah) berisiko tertinggal sehingga selain sulit mengunyah dapat juga masih gangguan bicara (artikulasi/pengucapan yang jelas)
  • Pada kasus yang lebih berat dapat terjadi gangguan pada area sensoris yang lain contohnya jadi ga suka suara keras, jalan tanpa alas kaki di rumput atau pasir, tekstur pakaian tertentu dll

 

Sumber

Diagnosis and treatmenr of feeding disorder. Irene Chatoor

Continue Reading

You may also like

Anoreksia Infantil

  • Masalah utamanya adalah anoreksia yaitu kurangnya rasa ingin makan yang menyebabkan tidak tertarik dalam proses makan dan menolak makan
  • Anoreksia infantil tidak sama dengan anoreksia nervosa pada dewasa
  • Anoreksia pada dewasa didasari oleh rasa takut gemuk sehingga sangat membatasi makan
  • Usia anoreksia infantil yaitu batita terutama usia 9 sd 18 bulan
  • Usia ini mereka mulai lebih tertarik dalam mengeksplor dunia
  • Usia ini juga merupakan usia transisi dari disuapi ke mulai senang makan sendiri (baby led weaning)
  • Ciri khas anoreksia infantil adalah anak jarang menunjukkan rasa lapar sehingga menyebabkan ortu stres untuk selalu mengingatkan anaknya untuk makan
  • Biasanya anak akan makan sedikit sekali kemudian tidak mau makan lagi
  • Makan seminimal mungkin hanya untuk mengurangi sedikit rasa lapar
  • Tidak pernah makan sampai kenyang
  • Setelah makan sedikit kemudian mulai melempar lempar sendok atau makanan, kemudian mulai berusaha kabur dari kursi makan untuk main
  • Anak anak ini lebih tertarik dengan lingkungan sekitarnya daripada makan
  • Orangtua semakin kuatir dengan pertumbuhannya sehingga menggunakan segala macam cara seperti membujuk, kasih mainan, gadget, TV sampai maksa anak untuk makan.
  • Awalnya usaha ini akan berhasil tapi sementara
  • Semakin dipaksa, anak akan semakin ga belajar mengenal rasa lapar sehingga akan selalu harus disuruh suruh ortunya untuk makan

Sumber

Diagnosis and treatmenr of feeding disorder. Irene Chatoor

Continue Reading

You may also like

Pedoman Pemberian Makan

Makan adalah suatu proses belajar:

  • Mengenalkan anak rasa lapar dan kenyang
  • Mengatasi lapar dengan makan yang sehat
  • Belajar mengunyah
  • Belajar naik tekstur makanan
  • Membangun preferensi dan hubungan yang baik dengan makanan
  • Belajar disiplin

Beberapa pedoman aturan yang dapat diterapkan antara lain

  1. Buat jadual makan yang teratur. Setiap 3-4 jam, dan tidak menawari makanan apapun di jeda makan. Agar anak mengenal rasa lapar
  2. Mulai dari porsi kecil. Boleh nambah kalau sudah habis
  3. Disiplin untuk berada di kursi makan
  4. Waktu makan dibatasi 20-30 menit
  5. Berapapun jumlah yang dihabiskan anak tidak dikritik maupun dipuji. Anak harus paham bahwa makan itu saat lapar dan selesai saat kenyang. Bukan untuk membuat ortunya happy.
  6. Tidak ada distraksi dari TV maupun mainan. Supaya fokusnya ke mengenali rasa lapar atau kenyang.
  7. Makanan itu bukan reward. Jangan dibilang boleh makan eskrim kalau sudah makan nasi dulu. Jadinya anak menganggap eskrim itu sesuatu yg lebih baik daripada makan nasi.
  8. Diajari agar tidak melempar lempar sendok piring atau makanan.
  9. Anak besar diajari untuk tetap fokus makan walaupun sambil diajak komunikasi

 

Sumber

Diagnosis and treatment of feeding disorders. Irene Chatoor. 2009.

Continue Reading

You may also like

Weaning by Sara Lewis

Sampurasun,

Kali ini saya akan meringkas buku mengenai pemberian MPASI dari buku serial parenting terkenal dari Inggris. Judulnya “weaning” oleh Sara Lewis. Buku ini cukup menarik, walau ada beberapa hal yang saya kurang setuju. Dalam post kali ini saya akan rangkumkan beberapa poin poin yang menarik.

Judul bukunya adalah “weaning (menyapih)” artinya pelan pelan melakukan transisi pemberian asupan bayi dari yang sebelumnya full cairan (ASI) kemudian beralih menjadi makanan lumat sampai akhirnya bisa makan makanan keluarga di usia 12 bulan.

Pemerintah Inggris merekomendasikan pemberian ASI eksklusif (hanya ASI) sampai bayi berusia 6 bulan. Budaya di Inggris sana tidak jarang menemukan orangtua yang mulai memberikan anaknya MPASI lebih awal (5 bulan) namun tidak boleh lebih awal dari usia 17 minggu (4 bulan seminggu).

Bagi warga Indonesia harap konsul lebih dulu dengan dokter apabila memutuskan untuk memberikan MPASI di bawah usia 6 bulan

Risiko pemberian MPASI terlalu cepat:

1. Kerusakan sistem pencernaan

Pematangan saluran cerna dan enzimnya berlangsung hingga bayi berusia 4 bulan. Sebelum mencapai usia ini, ginjal bayi belum mampu menyaring produk sisa dari makanan lunak.

2. Tersedak

Kemampuan otot dan saraf bayi belum mampu berkoordinasi untuk menahan leher dan kepala sambil duduk tegak di kursi makan. Posisi yang dibutuhkan untuk menelan makan lalu mendorong makanan dari mulut ke kerongkongan. Refleks yang berbeda dengan menelan cairan (ASI)

3. Meningkatkan risiko alergi

4. Batuk

5. Obesitas

Bagi orang bule British ternyata makanan pertama bayi yang dipilih sama seperti kita warga lokal yaitu bubur beras. Tepung beras dicampur ASI (susu atau air matang) sedikit lalu aduk hingga mengental. Rasa dan bau sama seperti ASI namun teksturnya sudah mulai padat. Makanan pertama cukup 2 sendok bayi dulu. Hari pertama adalah untuk pengenalan tekstur saja bukan memenuhi kebutuhan gizi.

Waktu pemberian makan pertama adalah saat ibu santai dan bayi habis bangun tidur. Jadi dia sudah segar tidak mengantuk. Susui dulu dari satu payudara agar dia tidak terlalu lapar saat pertama kali mencoba tekstur baru.

Jangan kuatir kalau bayi tampak banyakan melepeh di awal. Dia sedang belajar melahap makanan dari sendok tentunya tidak semudah menelan ASI.

Kalau masih sama sekali gamau terhadap berbagai bubur bayi. Coba ganti sendoknya (mungkin sendoknya ketebelan atau terlalu ceper).

Tadi dibahas tentang pemberian MPASI terlalu dini. Sekarang kalau sudah umurnya MPASI tapi telat pemberiannya atau tidak sesuai maka berisiko:

1. Kekurangan gizi yang sudah tidak tercukupi lagi hanya dengan ASI. Paling sering itu kurangnya zat besi.

2. Anak berisiko sulit makan (GTM/gerakan tutup mulut). Mereka akan sulit naik tekstur (harusnya sudah nasi masih bubur), enggan mencoba makanan yang rasanya asing (maunya makannya itu itu saja).

Untuk bayi prematur, konsultasikan dulu dengan dokter usia yang tepat pemberian MPASI. Biasanya ditunggu hingga kemampuan fisiknya siap makan.

Bersambung….

 

Continue Reading

You may also like