Nyeri Payudara dan Puting

Nyeri pada payudara dan puting pada ibu menyusui dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Puting lecet
  2. Infeksi
  3. Vasospasme
  4. Eksim
  5. Puting tersumbat
  6. Mastitis

 

Perlekatan untuk Mencegah Puting Lecet

  1. Ibu harus duduk nyaman dan bisa bersandar. Kaki tersangga baik, punggung dan bahu rileks
  2. Perut bayi menempel perut ibu, hidung bayi sejajar puting
  3. Bawa dagu bayi mendekat payudara dan tunggu sampai mulutnya terbuka lebar
  4. Kepala bayi agak sedikit tengadah seperti mau minum
  5. Lengan ibu menyangga punggung bayi, bukan kepala atau leher
Perlekatan

Infeksi

  1. Infeksi bakteri pada puting yang lecet
  2. Infeksi jamur. Nyeri payudara terus menerus walaupun tidak disusui, areola tampak berwarna pink.
Infeksi jamur pada puting

Vasospasme

Nyeri puting dan payudara terutama jika temperatur suhu menurun. Pengobatan dengan nifedipin 1x20mg

Vasospasme

Eksim

Bercak kemerahan, gatal, batas tegas dan semakin lama semakin luas. Pengobatan dengan mometason oles tipis setelah selesai menyusui selama 10 hari.

Apabila disertai kerak kemungkinan eksim disertai infeksi sekunder

 

Sumber

Amir LH. AFP. 2016;45(8)

Continue Reading

You may also like

Mastitis

Mastitis yaitu peradangan pada payudara. Penyebab paling sering adalah sumbatan di saluran ASI dengan atau tanpa disertai infeksi.

Gejala Mastitis

  1. Payudara membengkak, kemerahan, nyeri jika tersentuh, jika berlanjut akan mengeras seperti batu.
  2. Ibu demam dengan suhu dapat mencapai 38,5 C
  3. Badan terasa pegal dan ngilu

 

Penyebab Mastitis

  1. Puting lecet
  2. Menyusui kurang sering (karena putingnya nyeri dan lecet)
  3. Durasi menyusuinya sebentar
  4. Pengeluaran ASI tidak lancar karena posisi dan perlekatan bayi tidak efisien
  5. Kelebihan produksi ASI
  6. Menyapih terlalu dini
  7. Tekanan pada payudara (bra terlalu ketat atau karena pemasangan seatbelt)
  8. Sumbatan pada puting akibat milk bleb/blister
  9. Ibu kelelahan dan stres

 

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium (kultur dan tes sensitivitas) tidak selalu harus dilakukan, kecuali:

  1. Tidak ada respon dengan pemberian antibiotik setelah 2 hari
  2. Mastitis berulang
  3. Kejadian mastitis terjadi pada saat ibu sedang dirawat di rumah sakit
  4. Ibu alergi terhadap obat yang biasa digunakan untuk mastitis
  5. Kasus berat dan tidak biasa

 

Tatalaksana

1. Effective milk removal

  • Menyusu lebih sering terutama pada payudara yang bengkak
  • Kalau terlalu sakit, menyusu dimulai pada payudara yang sehat dulu, setelah muncul refleks let down (ASI menetes di payudara sebelah) baru pindah ke payudara yang bengkak
  • Pijat lembut dengan minyak zaitun/kelapa pada sumbatan ke arah puting
  • Setelah anak selesai menetek, perah payudara kembali

2. Suportif

  • Istirahat yang cukup
  • Banyak minum dan makan yang bergizi untuk membantu memulihkan kondisi
  • Kompres hangat di payudara sebelum menyusui untuk membantu kelancaran ASI dan merangsang refleks let down
  • Pada kasus berat, ibu dirawat di rumah sakit bersama bayi agar tetap menyusu

3. Obat obatan

  • Antinyeri (ibuprofen lebih efektif daripada parasetamol atau asetaminofen)
  • Antibiotik apabila mastitis berlangsung lebih dari 24 jam:
  • Dikloksasilin 4×500 mg
  • Sefalosporin golongan pertama
  • Klindamisin (second line setelah evaluasi 48 jam)

 

Pencegahan Mastitis

  1. Perlekatan dan posisi menyusui yang baik sehingga aliran ASI lancar
  2. Sering menyusui
  3. Perah dengan tangan apabila setelah menyusu payudara belum terasa kosong
  4. Periksa payudara bila ada benjolan, kemerahan atau nyeri
  5. Apabila mulai muncul tanda di atas segera susui bayi sesering mungkin, istirahat, kompres hangat, dan segera hubungi dokter bila tidak ada perbaikan dalam 24 jam
  6. Jaga kebersihan

 

Sumber

Liebert MA. 2014. Breastfeed Med; 9(5)

Continue Reading

You may also like

Top tips for fussy eaters oleh Gina Ford

Gina Ford adalah salah satu penulis berbagai macam buku Parenting dari Inggris. Buku Fussy Eater mudah dibaca dan berisi informasi praktis tentang anak sulit makan. Terdapat beberapa hal yang saya kurang setuju, namun untuk hal hal yang saya sependapat saya tuliskan dalam artikel ini

Aturan dasar makan

  1. Kalau anak tidak mau makan, jangan kasih alternatif jajanan
  2. Buat jadual makan yang teratur
  3. Kalau anak menolak makan, jangan dipaksa dengan kekerasan
  4. Waktu makan dibatasi 30 menit. Kalau waktu sudah habis dan anak masih tidak mau makan, angkat piringnya

Menghadapi anak GTM

  1. Proses belajar makan dapat menjadi suatu proses yang melelahkan baik bagi ibu dan anaknya itu sendiri.
  2. Jadi mulai dengan mindset yang tenang.
  3. Jangan berantem sama anak. Misalnya dia gamau makanan tertentu jangan dimasalahkan dulu di awal.
  4. Kenalkan makanan baru yg ortu suka, tapi anak belum pernah coba
  5. Hias makanan yg lucu dan menarik
  6. Sabar

Cara mengajarkan anak makan sayur

  1. Hidangkan sayur dengan berbagai variasi misalnya ditumis, dibakar, digoreng
  2. Makan bareng bersama anak kecil lain yang suka sayur
  3. Hidangkan sayur dalam bentuk sup atau puree
  4. Buat variasi hidangan yang sayurnya tersembunyi misalnya nugget ayam dan sayur, roti dagung dan sayur, risol daging dan sayur

Untuk anak yang lebih besar, ajak dia dalam berbelanja bahan masakan, kemudian ajak masak bareng menu sederhana

 

Continue Reading

You may also like

ASI donor

Sampurasun,

Seringkali karena suatu hal ibu tidak dapat memberikan ASI sehingga harus menggunakan bantuan ASI donor. Hal yang harus diperhatikan antara lain

Syarat Pendonor ASI

1. Sehat

2. Produksi ASI berlebih dan bayinya sendiri sudah tercukupi kebutuhannya

3. Tidak sedang mengkonsumsi obat tertentu

4. Tidak mempunyari riwayat penyakit yang dapat menular melalui ASI seperti HIV, hepatitis, HTLV, CMV (sebaiknya dilakukan pemeriksaan laboratorium)

5. Tidak merokok, tidak minum alkohol, tidak habis ditransfusi darah

 

ASI dari donor kemudian harus dipanaskan kembali agar bayi terhindar dari risiko penularan penyakit.

Pemanasan ASI pada suhu 62.5 C selama 30 menit dapat melindungi dari bakteria, sitomegalovirus (CMV), dan virus lainnya namun tetap menjaga beberapa produk imunologis dan makronutrisi ASI.

 

Metode Pasteurisasi Holder

  1. 150 mL ASI dimasukkan ke dalam gelas kaca ukuran 450 mL yang ada tutupnya
  2. Gelas kaca ini kemudian dimasukkan ke panci aluminium 1 liter
  3. Tuangkan air mendidih hingga panci aluminium hampir penuh
  4. Diamkan selama 30 menit

 

Metode flash heating

  1. Hampir sama seperti Pretoria, bedanya tutup gelas kaca dibuka
  2. Air dididihkan sampai timbul gelembung lalu pindahkan panci aluminium dari atas kompor

 

ASI yang sudah dipanaskan harus segera didinginkan sampai aman untuk diberikan kepada bayi

 

 

 

 

Continue Reading

You may also like

Gangguan Makan karena Sakit

  • Awalnya makan biasa satu dua suapan baik baik saja
  • Tetiba pada suapan berikutnya anak menjadi gelisah, menangis dan menolak disuapi
  • Anak stres banget sehingga gamau meneruskan makan
  • Di saat yang sama anak memang sedang sakit misalnya penyakit jantung, paru paru, maagh, sesak napas
  • Asupan makanan keseluruhan akhirnya berkurang sehingga tidak cukup untuk tumbuh
  • Akhirnya berat badannya ga naik naik atau malah sampai turun

 

Sumber

Diagnosis and treatment of feeding disorder. Irene Chatoor

Continue Reading

You may also like