Cara Kerja ASI

Bagaimana ASI diproduksi?
• Lactogenesis I
• Lactogenesis II
• Lactogenesis III
Lactogenesis : proses pembentukan air susu ibu (ASI)

Kontrol Hormonal

Selama kehamilan dan beberapa hari pertama pascapersalinan, suplai ASI dipengaruhi oleh hormon (sistem kontrol endokrin).
• Kolostrum dibentuk sekitar pertengahan kehamilan (Laktogenesis I)
• Volume ASI akan meningkat (Laktogenesis II) sekitar 30-40 jam setelah melahirkan
• Meskipun dalam teori Laktogenesis II dimulai kirakira 30-40 jam setelah kelahiran, ibu biasanya tidak mulai merasakan peningkatan kepenuhan payudara (sensasi ASI “masuk”) sampai 50-73 jam (2-3 hari) setelah kelahiran.
• Lactogenesis III adalah tahapan pemeliharaan air susu dimana produksi diatur oleh payudara dan bayi. Kapan bayi lapar dan menghisap, maka ASI akan keluar, dan sebaliknya.

Bagaimana ASI diproduksi?

• Berdasarkan temuan penelitian, produksi ASI dipengaruhi hormon prolaktin yang menstimulasi selsel di payudara untuk memproduksi ASI.
• Ketika sudah penuh, maka akan ada umpan balik dari reseptor sel untuk menghentikan produksi dan ASI siap dikeluarkan, begitu seterusnya proses berjalan

PENGATURAN ASI

• Saat payudara sudah penuh terisi ASI, maka secara otomatis proses produksi ASI di payudara ibu akan melambat
• Saat payudara sudah kosong setelah menyusui atau pumping, maka secara otomatis proses produksi ASI di payudara ibu akan meningkat kembali

Apa yang Mempengaruhi Produksi ASI?

• Peneliti sebelumnya hingga saat ini masih konsisten bahwa volume susu biasanya lebih besar di pagi hari (waktu yang tepat untuk memompa jika Anda perlu menyimpan susu), dan turun secara bertahap seiring berjalannya hari. Kandungan lemak cenderung meningkat seiring berjalannya hari.
• Kapasitas penyimpanan ASI ibu. Kapasitas penyimpanan adalah jumlah ASI yang dapat disimpan payudara di antara waktu menyusui. Ini dapat sangat bervariasi tiap ibu dan juga antara payudara untuk ibu yang sama.
• Kapasitas penyimpanan TIDAK DITENTUKAN oleh ukuran payudara, meskipun ukuran payudara tentu dapat membatasi jumlah ASI yang dapat disimpan. Ibu dengan kapasitas penyimpanan besar atau kecil dapat menghasilkan banyak ASI untuk bayi.
• Seorang ibu dengan kapasitas penyimpanan ASI yang lebih besar mungkin dapat bertahan lebih lama di antara waktu menyusui tanpa mempengaruhi suplai ASI.
• Seorang ibu dengan kapasitas penyimpanan yang lebih kecil, perlu lebih sering menyusui bayi untuk memuaskan nafsu makan bayi dan menjaga suplai ASI.

TIPS MENINGKATKAN PRODUKSI ASI dan PENGOSONGAN PAYUDARA EFEKTIF

• Kosongkan payudara lebih sering (dengan menyusui lebih sering dan/atau menambahkan sesi pemompaan di antara sesi menyusui)
• Kosongkan payudara selengkap mungkin pada setiap sesi menyusui/memompa.
• Pastikan bayi menyusu dengan efisien.
• Gunakan pijatan dan kompresi payudara.
• Tawarkan kedua sisi di setiap menyusui; tunggu sampai bayi selesai dengan sisi pertama sebelum menawarkan yang kedua.
• Pompa setelah menyusui jika bayi tidak cukup melembutkan/mengosongkan kedua payudara. Jika bayi mengosongkan payudara dengan baik, maka pemompaan akan lebih bermanfaat jika dilakukan di antara sesi menyusui.

Responsive Feeding ASI sudah dikenalkan sejak dini, sejak anak mulai mengenal ASI. Prinsip tersebut dilanjutkan sampai anak MPASI dan seterusnya.
“Kalau lapar dan haus, nyusu”
“Kalau sudah kenyang, lepas nyusu sendiri”

Artikel lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *