Stimulasi Berbicara

Perkembangan Bicara Anak

• Komunikasi tidak hanya lewat kata. Anak kecil menunjuk, melakukan kontak mata, dan menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan pesan kepada kita.
• Tangisan adalah salah satu bentuk komunikasi bayi
• Perkembangan bahasa berkaitan erat dengan bermain.
• Periode ketika anak-anak mulai menghasilkan katakata pertama mereka, biasanya sekitar 12 hingga 13 bulan, juga merupakan waktu yang sama ketika permainan simbolik berkembang.
Permainan simbolis adalah sesuatu seperti seorang anak yang memegang pisang di telinganya dan berpura-pura bahwa itu adalah telepon.

Manfaatkan Momen

Orang tua bisa memanfaatkan banyak momen anak belajar bicara dan bahasa antara lain:
• Bermain misalnya bermain peran pura-pura menjadi, bermain puzzle, tangkap-sembunyikan mainan, dan sebagainya
• Di sela rutinitas harian, misalnya saat menggantikan pakaian anak
• Bernyanyi bersama lagi favorit, tebak lirik lagu (misalnya, anak suka bagian apa, lalu pause bagian tersebut, motivasi anak untuk melanjutkan lirik lagunya) dan lain-lain.
• Bercerita, salah satu yang dapat dilakukan orang tua, baik mengarang sendiri ataupun membaca buku cerita

STRATEGI

• Strategi dalam meningkatkan Keterampilan bahasa anak-anak, tujuannya harus selalu membantu mereka mencapai tingkat kerumitan berikutnya contoh: jika anak bicara 1 kata, maka tanggapi dengan 2 kata atau lebih
• Lakukan stimulasi dalam situasi yang menyenangkan

Beberapa TIPS STIMULASI BICARA ANAK USIA 0-5 TAHUN (ini adalah prinsip dasarnya, pelaksanaannya sesuaikan dengan usia anak)

• Imitasikan/Tirukan: Jika anak mulai babbling, maka tirukanlah apa yang anak katakan, buat permainan suara misalnya membunyikan sendok.
Tirukan kata-kata anak, suara, tingkahnya menandakan anak didengar dan anda mengerti maksudnya anak, dengan begitu akan memacu anak semakin juga menirukan kata-kata dari anda yang lebih kompleks.
• Terjemahkan: Saat anak menunjuk apel misalnya, tanggapi dengan kalimat “kamu menunjuk apel, kamu mau apel ya nak!”. Anak menunjukkan caranya berkomunikasi
• Perkaya kosa kata dan perbaiki yang masih belum sempurna. Misalnya saat anak berkata “apel hijau” ,tanggapi dengan “ya, apel hijau itu manis” atau jika ada salah ucapan atau letak, maka perbaiki dengan halus
• Komentari dan deskripsikan. Lebih baik menemani anak bermain sambil bercerita tentang mainannya dibandingkan hanya menyuruh anak melakukan apa saat bermain. Contoh:
“adek mengendarai mobil merah meengelilingi lingkaran” (sambil bermain bersama)
• Berikan respon deTIPS STIMULASI
• Berikan giliran: saat anda mengomentari sesuatu, biarkan anak juga membalas komunikasi tersebut lewat ucapan, gestur atau sekedar kontak mata
• Beri Label: untuk benda-benda di rumah yang sebaiknya diberikan label agar anak belajar memahami
• Hindari menguji anak: Jika anak melakukan kesalahan saat bermain misalnya, hindari untuk menanyakan hal yang berkaitan dengan kesalahan tersebut, untuk menghindari anak menjadi stress, alihkan dengan cerita menyenangkan lain
• Puji anak dan beri penjelasan. Maksudnya jangan hanya mengatakan “good job” melainkan “good job nak kamu sudah bisa bantu mama”. katakan hal apa yang membuatnya dipuji.

Artikel lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *