Anak Mengadu atau Melapor

Bagaimana mengajari anak kapan harus melaporkan aturan yang dilanggar -Jamie Howard, PhD-
“Jhony mengambil keretaku, padahal aku yang pertama”
Banyak aturan baik yang diajarkan dalam keluarga: cara bicara, berbagi kepunyaan, dan sebagainya.
Namun wajar bagi anak-anak ingin menarik perhatian orang dewasa atas pelanggaran yang ia rasakan. “Jangan mengadu” perlu juga diajarkan pada anak.

Pentingnya Aturan bagi Anak

Aturan penting bagi anak karena sifat anak yang masih egosentris, fokus pada perspektif dan pengalaman sendiri.
MINIM EMPATI (karena belum sampai di tahap skill ini, anak masih berproses), maka Aturan berfungsi menjaga ketertiban sampai anak bisa memiliki rasa empati.

contoh: lebih efektif mengatakan “Jhony dapat giliran main mobil-mobilan setelah kamu ya, nak”
daripada “Jhony sedih karena belum dapat giliran main mobil-mobilan “

Kenapa Anak Mengadu?

Aturan bekerja efektif pada anak-anak karena perkembangan kognitif dan moral anak sudah memahami instruksi sederhana dan termotivasi untuk mendapatkan pujian dari orang dewasa.
Oleh karenanya, mereka percaya bahwa Mengadu tentang pelanggaran aturan adalah hal yang benar untuk mendapat pujian dan membantu orang dewasa. Namun adakalanya mengadu dijadikan cara untuk menjatuhkan partner mereka
Mengadu adalah respon alamiah dalam mempelajari aturan, meskipun begitu, anak sebaiknya diajarkan untuk tidak mengadu terus menerus untuk setiap aturan yang dilanggar.

Cara Simpel Membantu Anak Paham Perbedaan Antara “Mengadu atau Melapor “

  1. Pahami Perbedaan Istilah Mengadu dan Melapor:
    • Mengadu: Melaporkan kesalahan yang dilakukan temannya, ketika situasi aman dan anak dapat mengatasinya sendiri
    • Melapor: Memperingatkan orang dewasa bahwa situasi tidak aman dan anak membutuhkan bantuan
  2. Beri penjelasan pada Anak
    • Anak-anak dapat menyelesaikan masalah kecil mereka jika dapat mengidentifikasi dan mengatakannya dengan kalimat yang efektif mengekspresikan perasaan mereka.
    • Saat anak mengadu/melapor, tanyakan keadaan yang sebenarnya dan ajarkan anak kalimat yang tepat jika menemukan hal serupa di masa depan. Contoh: Nanti kamu bisa bilang ke temanmu”ini giliranku”.
    Atau kalau nanti ada yang meledek temanmu, kamu bisa bilang “jangan begitu, ia temanku” dll.
  3. Berikan Contoh Konkret
    Katakan pada anak beberapa contoh nyata perbedaan mengadu dan melapor. Pastikan tidak ada yang dirugikan atau membahayakan.
    Mengadu: “dia menyentuh piring makan siangku”
    Melapor: “dia mengambil piring makan siangku”
    Mengadu: “dia mengambil potongan puzzle yang akan kupakai”
    Melapor: “dia mau menjatuhkan mainan menara di kepalaku”
  4. Ingatkan Anak
    Ingatkan anak tentang perbedaan mengadu dan melapor, bahwa mengadu itu tidak penting, namun melapor itu perlu jika ada hal yang berbahaya atau membutuhkan pertolongan

Seiring bertambahnya usia anak, maka kemampuan sosial dan problem solving anak akan semakin baik sehingga dapat bersosialisasi lebih baik.

Artikel lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *